MEDAN (Waspada.id): Sebanyak 50 mahasiswa lintas Fakultas Universitas Syiah Kuala (USK) diterjunkan ke Kabupaten Pidie Jaya dalam Program Mahasiswa Berdampak sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
Mahasiswa yang terdiri atas 33 orang dari Fakultas Keperawatan, 9 mahasiswa FKIP, 4 mahasiswa Psikologi, dan 4 mahasiswa Fakultas Pertanian ini bersinergi menjalankan berbagai program edukatif, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu.
Sebelum keberangkatan pada Selasa (3/2/2026), para mahasiswa mengikuti pembekalan di Gedung Fakultas Keperawatan USK.
Kegiatan tersebut dihadiri Dekan Fakultas Keperawatan USK Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., M.S., dan Wakil Dekan III Dr. Ns. Hilman Syarif, M.Kep., Sp.Kep.MB.
Dalam arahannya, pimpinan fakultas menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin, etika bermasyarakat, serta tanggung jawab menjaga nama baik institusi selama pengabdian.
Setibanya di Desa Manyang Cut, rombongan mahasiswa disambut oleh Keuchik Dahlan dan perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya. Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan kegiatan.
Selama hampir tiga pekan, mahasiswa melaksanakan beragam program yang menyasar anak-anak, kader kesehatan, hingga masyarakat umum.
Di bidang kesehatan, mahasiswa menggelar edukasi personal hygiene di SD Negeri 6 Meureudu bagi siswa kelas I–III. Materi meliputi kebersihan tangan, kaki, mulut, serta pentingnya menjaga imunitas, yang disampaikan melalui video interaktif, demonstrasi cuci tangan, dan permainan edukatif.
Tak hanya itu, mahasiswa juga melaksanakan program trauma healing bagi anak-anak terdampak banjir melalui kegiatan menggambar ekspresi, dongeng, permainan kelompok, dan senam sehat bersama.
Pendekatan psikososial ini bertujuan membantu anak-anak menyalurkan emosi, mengurangi kecemasan, dan memulihkan rasa aman pascabencana.
Di sektor kesehatan masyarakat, digelar Edukasi beberapa penyakit yang menyasar ibu-ibu kader dan lansia. Materi mencakup diabetes melitus, gastritis, infeksi saluran kemih, gout arthritis, serta pengaturan pola makan sehat.
Penyampaian dilakukan secara interaktif agar masyarakat lebih mudah memahami gejala dini, faktor risiko, serta langkah pencegahan dan pengelolaan penyakit secara mandiri.
Sementara itu, dalam bidang pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan, mahasiswa menginisiasi pelatihan serta perbaikan dan pembuatan sistem hidroponik desa yang dilanjutkan dengan kegiatan mendesain kemasan produk untuk peningkatan pendapatn.
Kegiatan diawali dengan gotong royong membersihkan area budidaya, dilanjutkan pelatihan oleh dosen Fakultas Pertanian USK, Dr. Ir. Jumadil Akhir, S.Hut., M.Si., IPM.
Warga diperkenalkan pada berbagai sistem hidroponik seperti wick system, deep water culture (DWC), drip irrigation, dan bioponik sebagai alternatif pertanian yang efisien dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan acara pelepasan mahasiswa di meunasah desa pada Minggu (22/2/2026).
Ketua Program Mahasiswa Berdampak, Salwa Rifti Annisa, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman nyata dalam menumbuhkan empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial mahasiswa.
Dosen pembimbing Ns. Jufrizal, S.Kep., M.Kep., turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.
Ia berharap program ini tidak hanya memberi manfaat nyata bagi masyarakat, tetapi juga menjadi proses pembelajaran berharga bagi mahasiswa sebagai agen perubahan.
Program Mahasiswa Berdampak ini merupakan bagian dari hibah pemberdayaan masyarakat tahun 2026 yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, danTeknologi. (Wsp.id)












