Mantan Menko Ekuin Rizal Ramli Silaturrahmi Ke Kediaman Rahudman Harahap

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Mantan Menko Ekuin era Gusdur Dr H Rizal Ramli, bersilaturrahmi ke kediaman tokoh masyarakat Sumatera Utara H Rahudman Harahap, sekaligus berdiskusi terkait perkembangan situasi nasional, Senin (21/3).

Rizal Ramli mengunjungi Rahudman Harahap di sela berbagai kegiatannya di Kota Medan. Rizal Ramli disambut Rahudman Harahap di Pandopo kediamannya di Kompleks Tasbi Blok A No.25 Medan.

Silaturrahmi dan diskusi antara Rahudman Harahap dengan Rizal Ramli, juga diikuti sekitar 70-an orang yang berasal dari aktivis mahasiswa, akademisi, tokoh pemuda, ormas dan ibu-ibu majelis taklim Khadijah pimpinan Hj Rita Wizni Rahudman.

Saat beramah tamah, Rahudman Harahap menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Rizal Ramli, seorang tokoh nasional bahkan internasional, bersedia berkunjung dan bersilaturrahmi ke kediamannya.

Rizal Ramli yang juga mantan Menko Merves di pemerintahan Jokowi ini menyampaikan, ia menyempatkan diri berkunjung dan berdiskusi karena Rahudman Harahap merupakan tokoh serta mantan Walikota Medan yang cukup berpengaruh di Sumatera Utara.

Rizal Ramli mengaku kagum dengan keramahan tuan rumah menyambutnya serta memuji makanan yang dihidangkan Ibu Hj Rita Wizni Rahudman sangat lezat.

Setelah melakukan ramah tamah, Rizal Ramli pun menyampaikan pemikiran-pemikirannya terkait situasi nasional dan kondisi perekonomian Indonesia dalam diskusi yang dipandu tokoh aktivis 98, M Ikhyar Velayati Harahap.

Rizal Ramli mengatakan, insya Allah pandemi Covid-19 akan segera berakhir sehingga saat ini saatnya Indonesia melakukan perbaikan kembali perekonomian yang telah sempat terpuruk.

Menurutnya, sejumlah strategi perlu dilakukan pemerintah agar pemulihan ekonomi bisa dilakukan lebih cepat. Ia pun mencontohkan sejumlah strategi yang pernah dilakukannya saat menjabat Menko Ekuin di era pemerintahan Gus Dur untuk mengatasi krisis ekonomi yang sebelumnya terjadi.

“Kuncinya, kita harus menyelesaikan masalah dengan kebijakan yang pro pada rakyat, bukan dengan proyek,” katanya.

Pemerintah, sebut Rizal, harus dapat memperbaiki tingkat konsumsi masyarakat terlebih dahulu, karena konsumsi masyarakat merupakan penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar.

“Agar konsumsi masyarakat bisa meningkat, pemerintah harus membuat kebijakan yang berdampak pada meningkatnya pendapatan dan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Pemerintah, lanjutnya, harus mengurangi ketergantungan impor pangan dengan cara menghidupkan petani. Ia mencontohkan ketergantungan impor kedelai yang berdampak pada tingginya harga kedelai di pasaran, menjadi keluhan pengusaha tahu dan tempe.

Ketergantungan impor kedelai ini, karena petani kedelai di Indonesia kurang mendapat dukungan. Harga kedelai petani hanya dihargai Rp5.000 per kg, sehingga petani enggan menanam kedelai. Sementara harga kedelai impor harganya.mencapai Rp11.000 per kg.

“Coba kalau harga kedelai petani dihargai Rp9.000 saja per kg dan ditampung oleh Bulog, petani kita akan kembali bergairah menanam kedelai. Kalau kedelai kita kualitasnya kurang bagus dan produksinya lebih rendah, pemerintah harus bantu petani menyediakan bibit kedelai dari Brazil yang kualitas dan produksinya lebih tinggi,” tukasnya.

Kebijakan yang sama, juga harus dilakukan untuk tanaman padi agar Indonesia bisa swasembada beras. Penyediaan lahan pertanian, irigasi yang memadai, pupuk bersubsidi yang bisa diperoleh petani mutlak harus dilakukan, agar hasil pertanian dan ekonomi petani meningkat yang berdampak pada meningkatnya daya beli.

Selain itu, Rizal Ramli mengatakan pemerintah harus meningkatkan kredit UMKM yang saat ini baru sekitar 18 persen menjadi minimal 30 persen dari total kredit perbankan nasional.

“Jumlah UMKM kita sangat banyak, jika kredit UMKM bisa ditingkatkan hingga 30 persen dampaknya sangat luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, karena daya beli mereka akan meningkat,” jelasnya.

Rizal Ramli mengaku memiliki bluprint dan track record bagaimana mengatasi masalah perekonomian di Indonesia, sehingga ia mengaku sangat siap bila menjadi Presiden Indonesia.

“Kita juga punya formula bagaimana mengatasi persoalan hutang Indonesia yang sangat besar. Setiap tahun kita harus membayar Rp700 triliun lebih cicilan pokok dan bunganya. Itu sangat membebani APBN. Kami juga punya formula untuk mengatasi berbagai persoalan lain, dan itu pernah saya sampaikan ke orang-orang dekat Jokowi tapi kurang dianggap,” katanya.

Dalam diskusi dengan Rizal Ramli juga diadakan sesi tanya jawab dengan ibu-ibu dan sejumlah aktivis yang hadir, sehingga kegiatan itu berlangsung hangat. Rizal Ramli pun menjawab semua pertanyaan sebelum ia permisi meninggalkan kediaman Rahudman untuk menghadiri kegiatan yang lain.(m05/A)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *