Menag Alokasikan Kuota Haji Untuk Kepala Madrasah Diapresiasi

  • Bagikan
KEPALA Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Medan, Syakrim Harahap MPd. Waspada/Ist
KEPALA Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Medan, Syakrim Harahap MPd. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Menteri Agama RI, mengalokasikan kuota haji untuk kepala madrasah diapresiasi. Sebab hal itu menjadikan kepala madrasah lebih terpacu menjalankan tugas dan prestasi. Hal ini antaranya disampaikan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Medan, Syakrim Harahap MPd, Jumat (16/2).

Dalam keterangannya, Syakrim menyebutkan apa yang disampaikan Menang RI, sangat baik untuk para kepala madrasah di Indonesia. Meski pihaknya belum menerima informasi secara khusus.

“Berita ini sangat memotivasi kepala madrasah lebih berpacu dalam bekerja untuk meningkatkan kualitas madrasah baik di bidang akademik maupun non akademik. Sehingga mutu madrasah meningkat secara komperhensif,”ungkap Syakrim sembari berharap rencana ini bisa dilaksanakan tahun ini.

Sebelumnya, diberitakan, Kementerian Agama (Kemenag) akan mengalokasikan kuota petugas haji bagi kepala madrasah dan KUA teladan dan berprestasi.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief.
“Ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan dari Kementerian Agama kepada para kepala madrasah dan KUA berprestasi maupun teladan untuk menjadi petugas haji atas dedikasinya dalam pelayanan pendidikan dan keagamaan,” kata Hilman Latief, dikutip dari laman Kemenag, Kamis (15/2).

Menurutnya, Kemenag RI ingin memberikan reward, betul-betul reward sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi kepada ASN Kemenag yang komitmen dan berdaya juang tinggi dan itu memang layak untuk kita hargai.

“Semoga tahun depan skema ini bisa kita terapkan. Menunaikan ibadah haji itu adalah panggilan Allah, begitu juga dengan menjadi petugas haji,”ungkapnya.

Hilman menyebutkan, kuota petugas haji Indonesia 1445 H/2024 M untuk melayani jamaah haji di Tanah Suci belum mencapai tingkat normal seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang menetapkan 1 persen dari total kuota jemaah haji Indonesia.

“Semoga kedepan ada perkembangan positif terkait penambahan petugas haji sehingga petugas haji Indonesia bisa kembali normal atau di angka 2 persen,” tukas Hilman. (m22)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *