Meriahkan MTQ Ke-56 Kota Medan, Kecamatan Medan Labuhan Tampilkan Makanan Khas Melayu

  • Bagikan
Meriahkan MTQ Ke-56 Kota Medan, Kecamatan Medan Labuhan Tampilkan Makanan Khas Melayu

Medan (Waspada): Wali Kota Medan Bobby Nasution secara resmi telah membuka MTQ ke-56 Tingkat Kota Medan yang dihelat di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU) pada Sabtu, (25/2) lalu.

Dalam event ini, seluruh dinas dan kecamatan di Kota Medan turut ambil bagian dalam memeriahkan event yang akan melahirkan Qari dan Qariah terbaik di Kota Medan itu.

Masing-masing dinas dan kecamatan kemudian diberikan stand yang telah disediakan untuk memamerkan potensi dan UMKM binaannya.

Beragam jenis kerajinan maupun kuliner khas wilayahnya ditonjolkan untuk menarik perhatian dari para pengunjung yang datang.

Hal itu pula lah yang terjadi di stand bernomor urut 16 milik Kecamatan Labuhan. Dalam MTQ kali ini, sejumlah produk dari UMKM binaan Kecamatan Labuhan ditampilkan, sejumlah produk kerajinan maupun makanan dari berbagai kelurahan dipromosikan kepada pengunjung yang hadir.

“Stand kita kali ini diisi berbagai macam produk dari kelurahan-kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Labuhan, namun yang menjadi unggulannya adalah produk makananannya, karena beberapa produk ini merupakan makanan khas Melayu yang saat ini sudah sulit didapatkan,” ungkap Camat Labuhan Khairun Nasir.

Hadirnya kuliner khas Melayu zaman dulu seperti kue kekaras dan lempeng ini, tambah Camat, bukan hanya untuk dijual semata, namun juga mempromosikan kembali kuliner tradisional Melayu kepada pengunjung yang hadir, terutama kaum muda.

“Seperti kue kekaras ini, Ini kue yang sudah ada sejak masa Kesultanan Deli, biasanya dibuat saat menyambut hari-hari besar Islam, seperti maulid hingga khataman Al Quran,” jelasnya. (rel)

Camat juga berharap, dengan dimunculkannya kembali kue-kue tradisional ini dapat menjadi penyeimbang dari munculnya kuliner-kuliner kekinian yang saat ini banyak dikenal masyarakat.

“Kita tetap mendukung inovasi-inovasi kuliner yang ada saat ini, semakin beragam dan kreatif. Namun kita juga tak boleh melupakan sejarah, bahwa di Kota Medan ini sejak dulu memiliki kekayaan kuliner, yang juga luar biasa, itu yang ingin kita sampaikan,” tutupnya.

  • Bagikan