Meski Permintaan Masih Rendah, Namun Pengusaha Kue Kering Tetap Produksi dan Jaga Kualitas

  • Bagikan
Meski Permintaan Masih Rendah, Namun Pengusaha Kue Kering Tetap Produksi dan Jaga Kualitas

MEDAN (Waspada): Hampir sepekan Ramadhan 1445 Hijriah/2024 permintaan kue kering di Kota Medan masih sepi. Seperti dikatakan Elisa Farah Pane, Owner Camil salah satu UMKM pembuat kue kering di Medan.

Sebab menurut Elisa, bila dibandingkan tahun-tahun lalu, belum masuk Ramadhan pihaknya telah bersiap mengolah bahan-bahan kue kering lantaran permintaan yang ramai. Namun permintaan sudah tidak normal seperti biasa sehingga proses pembuatan kue kering baru saja dimulai di awal Ramadhan ini.

“Kita baru mulai bersiap di awal Ramadhan. Nah, di awal Ramadhan ini tentunya kualitas kue kering kita juga masih fresh kita gak ada stok lama untuk di jual,” katanya pada wartawan, Minggu (17/3).

Saat ini diungkapkan Elisa, bahwa dia belum bisa ungkapkan berapa banyak kue kering yang akan diproduksi karena menurutnya semua tergantung permintaan.

“Karena saya mau stok yang kita buat itu habis gak ada sisa. Jadi, habis lebaran kita buat lagi. Jangan sampai menumpuklah barangnya,” ucapnya.

Meski saat ini, permintaan masih sangat sedikit bila dibandingkan tahun lalu. Elisa menyakini akan ada saja permintaan. “Insya Allah memang ada saja permintaan. Mudah-mudahan semakin banyak menjelang lebaran,” imbuhnya.

Untuk produksi saat ini, masih mayoritas pesanan langganan lama. Tentunya yang sudah tahu kualitas dan rasa cookies Camil. “Kalau konsumen baru ada juga biasanya terpancing dari cerita kawan atau promosi-promosi sesama gitu,” terangnya.

Ada ssbanyak 12 jenis kue kering yang akan diproduksi olehnya, dijabarkannya yang paling laris atau best seller itu seperti kue kering cokelat pie, kastengel, nastar, salju, lidah kucing, nutella, oreo, cappucino, batik almond.

“Itu paling banyak dipesan, untuk harga kita memang sedikit lebih mahal tetapi itupun sesuai dengan kualitas kue yang terus kita jaga. Pertoplesnya mulai Rp 180 ribu hingga Rp 300 ribu,”sebutnya.

Saat ditanyakan apa perbedaan kue kering buatannya dengan yang lain. Elisa mengatakan pihaknya sejauh ini tetap komitmen dengan bahan baku yang premium.

“Jadi, perbadingan kita dari yang lain tidak bisa bilang 100% milik kita yang paling enak. Tapi sejauh ini kita tetap komitmen dengan bahan baku yang premium. Jadi untuk rasa pasti tetap dikenal dan punya ciri khas,” pungkas Owner Cafe Rumah Pohon ini. (Cbud)

  • Bagikan