Meutya Hafid Luncurkan Buku Berjudul LYORA

  • Bagikan
Meutya Hafid Luncurkan Buku Berjudul LYORA

MEDAN (Waspada): Buku yang mengisahkan perjuangan Meutya Hafid dan sang suami Noer Fadjrieansyah dalam mendapatkan momongan, yaitu LYORA: Keajaiban yang Dinanti resmi diluncurkan di Kota Medan pada Minggu (28/1).

Kegiatan peluncuran buku sekaligus sharing stories yang digelar di Toko Buku Gramedia Gajah Mada Medan tersebut dihadiri langsung oleh penulis buku LYORA Fenty Effendy, Meutya Hafid dan Noer Fadjrieansyah.

Meutya Hafid, pemilik kisah buku Lyora dan Ketua Komisi I DPR RI mengatakan bahwa buku yang memiliki ketebalan hanya 166 halaman ini mengisahkan perjuangannya yang mengharukan ketika dirinya mengharapkan sang buah hati.

Meutya, memulai program bayi tabung di usia 37 tahun dan melahirkan Lyora Shaqueena Ansyah di usia hampir 45 tahun, setelah melewati percobaan bayi tabung sebanyak 10 kali dan sempat mengalami tiga kali keguguran.

“Meskipun judul bukunya LYORA, tetapi didalamnya tidak hanya menceritakan tentang anak saya saja tapi perjuangan perempuan yang ingin menghadirkan buah hati nya, perjuangan perempuan ketika menghadapi stigma bahwa perempuan bekerja itu tidak bisa menjadi ibu yang baik,” ujarnya.

Dikatakannya, buku dengan kisah perjuangannya bersama sang suami ini didedikasikan kepada Lyora anak pertama mereka, untuk menjadi sebuah pengingat dan kenangan ketika Lyora beranjak dewasa.

“Memang buku ini sebetulnya pertama kali launching ketika hari ulang tahun Lyora di September 2023 lalu. Secara prinsip ini adalah hadiah untuk anak saya Lyora karena ini perjuangan bayi tabung yang panjang, saya melahirkan di usia hampir 45 tahun, saya kebayang ketika dia lulus SMA saya sudah berusia 60an, kita gak tau kesehatan ke depan, jadi saya ingin ini terekam supaya menjadi kenangan Lyora sampai dia besar nanti,” ucapnya dengan haru.

Melalui buku ini, Meutya juga ingin menyampaikan pesan penting mengenai infertilitas atau kesuburan yang dimana saat ini satu dari 10 wanita di Indonesia mengalami sulit hamil.

“Kebanyakan masyarakat masih menganggap tabu untuk mengangkat masalah infertilitas ini sehingga solusinya tidak tercapai dan malah menyimpan rapat rahasia ini, artinya suami meninggalkan istrinya karena masalah infertilitas dan menurut saya ini harus di dobrak dan lawan bahwa kalau ada masalah kesuburan harus mencari solusi bersama-sama,” jelasnya.

Masalah fertilitas atau kesuburan, lanjut Meutya, hingga saat ini belum termasuk masalah kesehatan yang ditanggung atau dibantu oleh Pemerintah, padahal infertilitas secara resmi telah diakui sebagai penyakit oleh WHO, dan kesehatan reproduksi merupakan hak setiap warga negara.

“Sebetulnya negara bisa ikut hadir termasuk dalam pembiayaan seperti pengobatan dan lainnya karena tidak semua kasus infertilitas seperti saya harus bayi tabung, nah ini seharusnya ditanggung oleh pemerintah kalaupun tidak 100 persen ya adalah bagiannya, sehingga perempuan yang memiliki masalah kesehatan merasa bahwa dia didukung oleh negara.

Buku ini bukan hanya sebagai kado bagi anak saya tapi buku ini juga untuk menggedor pemerintah melihat infertilitas sebagai masalah,” tuturnya.

Sementara itu, penulis buku Lyora, Fenty Effendy mengungkapkan bahwa buku ini merupakan kisah eksklusif yang untuk pertama kali dibagikan kepada publik dari Meutya Hafid.

“Dari cerita awal ketika Meutya bilang salah satu yang membuatnya kuat, bertahan, adalah karena banyak membaca, saya pun bersemangat menuliskan,” ujar Fenty Effendy.

Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang ringan dan tidak banyak istilah-istilah kedokteran atau medis, meski didalamnya terdapat satu bab yang mengangkat soal bayi tabung.

“Bahasa yang digunakan juga cukup ringan sekali, seperti cerita saja tidak ada kesan menggurui. Tidak banyak bahasa kedokteran meski ada satu bab yang menceritakan tentang apa itu bayi tabung, karena bayi tabung juga menjadi fenomena tidak hanya usia lanjut tetapi juga di usia muda,” tandasnya. (cbud)

Teks: Buku yang mengisahkan perjuangan Meutya Hafid dan sang suami Noer Fadjrieansyah dalam mendapatkan momongan, yaitu LYORA: Keajaiban yang Dinanti resmi diluncurkan di Kota Medan pada Minggu (28/1).

  • Bagikan