MUI Sumut Harapkan Harian Waspada Bertahan Di Era Digitalisasi

  • Bagikan
KETUA Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simajuntak. Waspada/Ist
KETUA Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simajuntak. Waspada/Ist

MEDAN(Waspada): Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simajuntak (foto), berharap Harian Waspada tetap bertahan di era digitalisasi saat ini.

“Harian Waspada yang bertahan hingga usia 77 tahun pada 11 Januari 2024, adalah sesuatu yang sangat hebat. Di mana persaingan sangat tinggi bahkan munculnya media online yang bisa dibaca dengan cepat,”kata Ketua MUI Sumut Dr. Maratua Simajuntak, Selasa (9/1).

Menurutnya, meski era digital tengah berlangsung, namun Harian Waspada masih tetap jadi pilihan untuk dibaca, terutama konten yang disajikan memberi beragam pengetahuan, termasuk berita dan tulisan yang dimuat setiap hari bahkan sesuai dengan rubrik yang disajikan pada setiap halamannya.

“Membaca koran waspada sudah mendapat beragam informasi yang ada secara lokal, nasional maupun internasional. Maka bagi saya, setelah membaca Harian Waspada sudah bisa mendapatkan berita dan pengetahuan. Setiap hari, mendapatkan informasi yang beragam dari koran Waspada,” kata Maratua Simajuntak.

Menurut Maratua, dengan HUT Waspada ke 77 tahun ini, diharapkan pula tetap mempertahankan konten berbasis agama yang selama ini menjadi ikon Harian Waspada. Di mana, pemberitaan keagamaan menjadi unggulan dan ini sangat diharapkan masyarakat.

“Berita agama yang dimuat sekaligus memberi nilai positif bagi masyarakat yang akan mendapatkan ilmu dan penghayatan keagamaan. Alhamdulillah dengan membaca koran Waspada, mendapatkan ilmu,”ujar Maratua.

Hal lain yang membuat Maratua Simajuntak tetap mencintai Harian Waspada, ia termasuk pengasuh Rubrik Agama era 1980-an. Selain di Harian Waspada juga di Radio Republik Indonesia yang saat itu kantornya di Jalan Seram Medan.

“Alhamdulillah, saat saya menjadi Pengasuh Rubrik Agama di Harian Waspada banyak yang membaca bahkan permintaan jawaban bukan saja ke redaksi tapi langsung kepada saya. Menjadi pengasuh Rubrik Agama, ternyata membuat saya populer dan dikenal,” sebutnya.

Maratua mengenang dengan Rubrik Agama yang diasuhnya, ternyata membuatnya lebih giat mengasah ilmu agama dan menjadi gemar membaca serta menemukan referensi agar semua pertanyaan pembaca bisa terjawab.

“Berkat mengasuh Rubrik Agama, saya pernah mendapat tawaran membuat buku terkait tanya jawab agama tersebut, hanya saja belum terlaksana karena kesibukan saya sebagai dosen, pengurus organisasi dan anggota DPRD Sumut.

Tapi terlepas semua itu, saya mengakui populer berkat Harian Waspada yang mendukung karir saya. Demikian juga hingga saya dipilih sebagai Ketua Umum MUI Sumut dan segala kegiatan yang diterbitkan Harian Waspada, membuat saya menjadi bagian dari media yang sudah ada sejak tahun 1947 ini.

“Saya membaca Harian Waspada sejak tahun 1977, meski membeli koran masih terbilang sulit, namun setiap hari saya upayakan bisa membaca Harian Waspada. Hingga sekarang sebelum beraktivitas saya upayakan membaca Harian Waspada,” pungkas Maratua, yang termasuk pendiri Islamic Centre Sumatera Utara. (m22)

  • Bagikan