Musim Pancaroba, Dinkes Ingatkan Potensi Penyakit DBD Mengintai

  • Bagikan
Musim Pancaroba, Dinkes Ingatkan Potensi Penyakit DBD Mengintai

MEDAN (Waspada): Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) seiring dengan musim pancaroba yang sedang terjadi.

Hal ini dikatakan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan dr Pocut Fatimah Fitri, Senin (27/2).

“Pada saat cuaca panas dan hujan yang terus berganti seperti saat ini, yang harus kita waspadai tentu adalah (penyakit) DBD,” ungkapnya kepada wartawan.

Sebab kata Pocut, bisa saja ketika hujan terjadi genangan air di lingkungan rumah. Lalu pada saat panas terjadi perindukan nyamuk dan kemudian membuatnya berkembang biak.

“Kalau panas terus tidak ada kemungkinan air tergenang atau tertampung di kontainer yang kecil-kecil di lingkungan rumah kita. Begitu juga kalau hujan terus tidak, nyamuk juga tidak sempat bertelur karena air sudah (keburu) tumpah,” jelasnya.

Meski begitu, Pocut menegaskan, jika sejauh ini di Kota Medan, penyakit DBD belum ditemukan sampai mewabah akibat dampak dari perubahan cuaca. Menurutnya, kalaupun ada angka DBD yang tinggi, hal itu lantaran kasusnya pada 2022 lalu memang sudah cukup banyak ditemukan.

“DBD naik bukan karena cuaca, tetapi sejak beberapa bulan lalu di tahun 2022 (angkanya) sudah naik,” jelasnya.

Untuk itu, Pocut mengimbau kepada masyarakat jika ada menemukan gejala demam agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes) guna dipastikan apakah mengalami DBD atau tidak.

“Ini juga agar jangan sampai terlambat penanganannya,” katanya.

Sebelumnya Pocut menjelaskan, dari data kasus DBD tahun 2022, Kecamatan Medan Johor, Medan Tuntungan dan Medan Sunggal adalah kecamatan yang paling tertinggi ditemukan kasus DBD. Kemudian menyusul Kecamatan Medan Tembung, Medan Amplas, Medan Selayang, Medan Helvetia dan Medan Deli.

“Untuk mengantisipasi terjadinya kasus DBD ini kita melakukan berbagai kegiatan seperti penyuluhan, pemberantasan sarang nyamuk, dan melakukan fooging di kawasan yang terdapat kasus DBD,” jelasnya.

Selain itu dia juga meminta agar masyarakat tetap menerapkan 3 M plus yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur plus menggunakan obat anti nyamuk.

“Bila perlu anti jentik, pakai abate yang dapat diperoleh masyarakat,” pungkasnya. Sementara jika pada saat cuaca panas, dehidrasi berpotensi dialami masyarakat sehingga tegasnya harus banyak mengkonsumsi air putih dan kalau bisa menahan diri untuk tidak keluar rumah jika tidak ada kebutuhan mendesak.

“Kalaupun harus keluar rumah sebaiknya harus menggunakan pelindung seperti payung,” tandasnya.(Cbud)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *