Pasca Bentrok Warga, Kapolres Pelabuhan Belawan Sebut Situasi Sudah Kondusif

  • Bagikan
KAPOLRES Pelabuhan Belawan AKBP Janton Silaban melakukan olah TKP pasca keributan antar kelompok warga di Jl. Taman Makam Pahlawan Lorong Melati Kecamatan Medan Belawan, Selasa (16/1) sekira pukul 22:00. Waspada/Ist
KAPOLRES Pelabuhan Belawan AKBP Janton Silaban melakukan olah TKP pasca keributan antar kelompok warga di Jl. Taman Makam Pahlawan Lorong Melati Kecamatan Medan Belawan, Selasa (16/1) sekira pukul 22:00. Waspada/Ist

BELAWAN (Waspada): Seorang warga kritis saat terjadinya bentrok antar warga di Jl. Taman Makam Pahlawan Lorong Melati Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan, Selasa (16/1) sekira pukul 22:00.

Korban luka bacok bernama Rio Fahrezi, saat ini Rabu (17/1) masih kritis di Rumah Sakit Umum Dr Pirngadi Medan akibat luka bacok di kepalanya.

Sejumlah personel Polres Pelabuhan Belawan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Janton Silaban dan Polsek Belawan yang mengetahui terjadinya bentrok antar warga langsung turun ke lokasi kejadian sekaligus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Situasi di lokasi kejadian Rabu (17/1) sudah kondusif dan normal kembali sehingga warga tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Janton Silaban kepada waspada.id, Rabu (17/1) menjelaskan, motif bentrokan tersebut diduga akibat dendam lama dan situasi sudah kondusif dan normal kembali.

“Diduga awal terjadinya keributan karena adanya aksi balas dendam yang dilakukan oleh Muhammad Alvaruk alias Ayub warga Lorong Makmur, Kel.Belawan 1 terhadap anak-anak Lorong Melati Kel.Belawan 1 yang terjadi pada hari Senin 15 Januari 2024 sekira PKL.20.00 WIB di Jl.TM Pahlawan Belawan Lama Kel.Belawan 1 kec.Medan Belawan,” ujar Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, keributan antara kelompok pemuda Lorong Tigor, Lorong Melati dan Lorong Papan Belawan Lama itu terjadi Selasa (16/1) sekira pukul 21:30.

Berdasarkan keterangan dari korban bernama Agung Surya, tambah Kapolres, sekira pukul 21:30, korban Agung sedang duduk di depan Lorong Melati, tiba-tiba kelompok Ayub mendatanginya dan lansung melakukan pembacokan terhadap korban, sehingga mengakibatkan luka sobek pada bagian tangan sebelah kiri dan punggung korban Agung.

“Selanjutnya korban Agung melarikan diri ke dalam Lorong Melati untuk mendapatkan pertolongan. Melihat kejadian tersebut, warga Lorong Melati melakukan pengejaran terhadap kelompok Ayub sehingga terjadi aksi saling serang dengan menggunakan batu dan kelewang,” tutur Kapolres.

Akibat saling menyerang itu, lanjut Kapolres, anak Lorong Papan turut membantu anak Lorong Tigor untuk menyerang anak Lorong Melati sehingga terjadinya aksi saling serang dengan menggunakan batu dan kelewang, sehingga menimbulkan 1 orang luka sobek pada bagian kepala Rio Fahrezi.
Rio Fahrezi ditemukan petugas terkapar di lokasi kejadian.

“Rio Fahrezi termasuk yang ikut melakukan penyerangan terhadap korban Agung,” terang Kapolres seraya menambahkan Rio Fahrezi selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit PHC Belawan dan kemudian dirujuk ke RSU Pirngadi Medan.

Kapolres menegaskan, para personel Kepolisian yang tiba di lokasi langsung membubarkan massa yang terlibat bentrok namun petugas malah mendapat serangan lemparan batu dan benda-benda tajam lainnya dari warga yang membawa kelewang.

“Petugas terpaksa meletuskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan keributan antar warga,” terang Kapolres.

Kapolres menyebutkan, pihaknya masih menunggu hasil visum et repertum (VER) dari korban Rio Fahrezi untuk mencocokan luka yang dialami korban di TKP.

Pasca bentrokan tersebut, personel Polres Pelabuhan Belawan melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi termasuk menggeledah rumah kediaman terduga pelaku penyerangan. (m27)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *