MEDAN (Waspada.id): Berkomitmen meningkatkan gizi balita Indonesia, PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) telah menyalurkan lebih dari 100.000 telur kepada 415 balita terindikasi stunting di 11 cabang Alfamidi dari Medan hingga Ambon.
Protein Cegah Stunting, merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Alfamidi. Sejak tahun 2023 telah menyalurkan 60 butir telur per bulan secara berkelanjutan selama enam bulan pada penerima manfaat. Program ini juga turut mendukung upaya pemerintah menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.
Corporate Communication Manager Alfamidi Retriantina Marhendra mengatakan, program Protein Cegah Stunting bentuk komitmen Alfamidi mewujudkan kesehatan keluarga dan balita Indonesia. Melalui program ini diharapkan berdampak positif menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.
“Sejak 2023, Alfamidi menjalankan program cegah stunting secara berkelanjutan selama enam bulan intensif. Penyaluran bantuan tidak cukup satu kali, karena dibutuhkan pendampingan dan pemantauan rutin untuk melihat hasilnya,” kata Retriantina melalui keterangan pers tertulisnya pada Minggu (30/11)
Anak-anak penerima bantuan program ini adalah generasi masa depan Indonesia. Intervensi gizi melalui bantuan telur diharapkan membawa mereka bebas dari stunting dan memiliki tumbuh kembang yang optimal.
Telur kaya nutrisi, mengandung protein, lemak, vitamin, mineral, kalsium, fosfor, kalium serta natrium, sangat baik untuk mencukupi kebutuhan protein anak dan mencegah stunting.
Dalam program ini, Alfamidi bekerja sama dengan puskesmas, posyandu dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di berbagai daerah memonitor tinggi, berat, lingkar kepala serta aspek tumbuh kembang anak lainnya. Dari hasil monitoring lebih dari 130 balita berhasil lulus stunting, berat dan tinggi badannya naik signifikan.
Nady, ibu balita penerima manfaat asal Samarinda menyebut, program ini sangat membantu memenuhi asupan protein buah hatinya. Berkat bantuan ini, balitanya mengalami kenaikan berat dan tinggi badan. “Mudah-mudahan Alfamidi terus memberikan bantuan untuk mencegah stunting,” ucap Nady.
Senada, Sunggal ibu asal Medan, bersyukur setelah menerima bantuan telur, berat badan anaknya bertambah. “Alhamdulillah, bantuan ini menambah gizi anak saya. Setelah mendapat bantuan, berat badan anak saya bertambah. Saya berharap program ini terus berlanjut ke depannya,” ungkapnya.
Atas kontribusi program Protein Cegah Stunting, Alfamidi meraih penghargaan dari BKKBN Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur dan Jawa Tengah.
Survei Status Gizi Indonesia menyebut, Indonesia punya target penurunan prevalensi stunting dari 19,8% tahun 2024 menjadi 18,8% di tahun 2025.
Sebagai ritel modern, Alfamidi meyakini komitmen berkelanjutan melalui Protein Cegah Stunting berkontribusi positif terhadap tumbuh kembang balita untuk mencapai masa depan terbaiknya.(id20)












