Peluang AMIN Raih 65 Persen Suara Di Sumut Sangat Besar

  • Bagikan
Peluang AMIN Raih 65 Persen Suara Di Sumut Sangat Besar

MEDAN (Waspada): Target perolehan suara 65% di Sumatera Utara yang dicanangkan Tim Kampanye Daerah (TKD) Pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) diyakini bisa terwujud.

“Dengan bergabungnya Pak Edy Rahmayadi sebagai Ketua TKD Paslon AMIN, jelas menambah kekuatan pasangan yang mengusung jargon perubahan ini di Sumut,” jelas Akademisi dan juga pemerhari politik, Dr. H. Sahkyan Asmara, MSP (foto) kepada wartawan, baru-baru ini

Dijelaskannya, masuknya Edy Rahmayadi di TKD AMIN merupakan suatu kejutan buat masyarakat Sumut, dimana Gubernur Sumatera Utara periode 2018-2022 ini merupakan sosok yang bisa meraih simpati masyarakat khususnya kaum ulama di Sumut.

“Para pemilih Edy Rahmayadi pada Pilkada Sumut tahun 2018 lalu, diyakini akan mengarah ke pasangan AMIN, ditambah lagi, saat ini bukan terjadi pertarungan politik identitas, dimana seluruh paslon yang bertarung di Pilpres 2024 nanti semuanya muslim. Namun kita lihat sekarang, untuk Anies Baswedan sendiri jauh dari kata intoleran dan radikal, beliau adalah sosok nasionalis religius. Ditambah lagi partai pengusungnya yakni PKB dan Nasdem yang notabene banyak calon legislatifnya yang tidak beragama islam. Disinilah letak nasionalis yang juga diusung pasangan AMIN,” tegasnya.

Selain itu, Sahkyan Asmara juga menjabarkan sejauh ini, Anies terbilang unggul tingkat intelektualitasnya.

“Intelektualitas yang dimaksud adalah kadar pengetahuan umum, kecerdasan intelektualnya, penguasaan materi lalu perspektif kedepannya dalam debat tersebut,” paparnya.

Ditambahkannya, Anies Baswedan adalah sosok yang cermat dalam menetapkan langkah kedepan. “Apa dilakukannya sangat terukur, apa yang diucapkannya sangat bisa diterima semua golongan masyarakat,” urainya.

Bukan hanya itu, menurutnya alasan-alasan yang selama ini disampaikan Anies dengan konsep perubahan yang diusungnya bukan hanya sekedar angan-angan atau janji kosong, realistis dan bisa diwujudkan.

“Selain itu, Anies juga pintar memilih pasangan. Muhaimin Iskandar itu juga orang cerdas, sikapnya yang sedikit agak nyeleneh memang sempat menimbulkan antipati di masyarakat. Tapi setelah dia bergabung dengan Anies, stigma itu langsung berubah,” ujarnya.

Dijelaskan Sahkyan, berdasarkan data, simpati masyarakat kepada pasangan AMIN terus meningkat, khususnya di Jawa Timur.

“Sekarang Muhaimin berjalan sendiri di Jawa Timur, sama hebohnya seperti dia berjalan bersama Anies. Mereka ini dwi tunggal. Ini kelebihan pasangan AMIN,” katanya.

Dijelaskan Sahkyan, saat ini masyarakat lebih banyak membahas masalah hasil survey yang kerap menempatkan pasangan AMIN di peringkat terbawah.

“Orang sekarang hanya membahas survey tersebut bisa dipercaya atau tidak. Dalam teori komunikasi, survey-survey ini dikemas dalam istilah Post Truth atau fenomena kebohongan diubah menjadi kebenaran dengan menyentuh emosi khalayak. Padahal di lapangan kita lihat, kemana pun Anies pergi masyarakat akan terus berdatangan untuk menyambut tokoh yang diyakini bisa membawa perubahan untuk Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.

Senada dengan Sahkyan, pengamat politik yang juga akademisi Sohibul Anshor Siregar (foto) juga mengaku tak mempercayai hasil survey yang sekarang ini banyak bertebaran dengan menempatkan pasangan Anies-Cak Imin di posisi terbawah.

“Kita lihat real di lapangan, kemana saja Anies maupun Cak Imin berkunjung akan selalu dihadiri masyarakat. Kemudian ada juga agenda yang dirancang Anies untuk Indonesia membuktikan intelektual yang bersangkutan,” jelasnya.

Selain itu, Sohibul Anshor mengatakan, dengan meningkatkan atensi masyarakat untuk perubahan yang dicanangkan pasangan AMIN, juga membuktikan kalau informasi negatif yang kerap muncul untuk Anies sudah terbantahkan.

“Ini menjadi sinyalemen kalau Anies bakal unggul di berbagai daerah, khususnya Sumatera Utara,” katanya.

Terakhir, Sohibul berpesan kepada TKD AMIN Sumut, untuk menjaga perolehan suara pasangan AMIN, agar berbagai kecurangan yang kerap menjadi isu di beberapa kali Pemilu di Indonesia.

“Ini menjadi tugas penting bagi TKD AMIN Sumut yang dikomandoi Edy Rahmayadi untuk bisa tetap menjaga perolehan suara dalam Pilpres 2024 mendatang,” pungkasnya.(m19)

Teks

Pemerhari politik, Dr. H. Sahkyan Asmara, MSP

  • Bagikan