Pembangunan Tak Kunjung Beres, Tagline #Kolaborasi Medan Berkah Dikritik Masyarakat

  • Bagikan
Pembangunan Tak Kunjung Beres, Tagline #Kolaborasi Medan Berkah Dikritik Masyarakat

MEDAN (Waspada): Tagline Kota Medan, “Kolaborasi Medan Berkah” dikritik oleh masyarakat. Pasalnya masyarakat geram melihat pembangunan di kota Medan tidak kunjung beres.

“Kalau yang namanya kolaborasi kan, sama masyarakat juga harus berkolaborasi, harus dipahami keinginannya seperti apa. Bukan keinginan mereka aja. Seperti Jalan Kesawan itu, masyarakat pastinya kecewa karena tidak sesuai keinginan masyarakat, jalan kok malah dipersempit, harusnya jalan itu kalau di kota diperlebar biar tidak macet,” ungkap Desi Warga Medan.

Desi juga mengatakan bagaimana mau berkah, semua pembangunan di kota Medan ini dilaksanakan seperti sesuka hati, manfaat buat masyarakat dikesampingkan.

“Lihatlah semua pembangunan, banyak yang sia-sia alhasil tidak bermanfaat buat masyarakat,” tegasnya.

Ia mencontohkan, seperti pembangunan trotoar yang bongkar pasang, infrastruktur yang memikirkan estetika yang akhirnya membuat masyarakat celaka, Jalan Sudirman misalnya, licin, puluhan kendaraan bergelimpangan, ada yang luka-luka ada juga yang trauma.

Lanjutnya, pembangunan lampu jalan yang dijuluki ‘Lampu Pocong’ justru tidak bermanfaat yang pada akhirnya ditumbangkan membuatnya sangat kecewa karena ia menilai habis uang rakyat hanya untuk pembangunan yang hasilnya hanya sia-sia.

Desi bahkan menilai tagline Medan Berkah yang digaungkan seperti tidak pantas lagi. Hilang maknanya, ketidakadilan justru muncul pada periode yang dipimpin oleh Walikota Medan Bobby Afif Nasution ini.

Hal yang sama juga dikatakan oleh masyarakat lainnya, Indra, ia mengaku belum merasakan pembangunan yang maju di kota Medan. Susahnya akses jalan dikarenakan kemacetan panjang dan banyaknya penutupan jalan membuat dirinya merasa sebagai masyarakat menjadi kesusahan.

“Harusnya kan pembangunan itu membuat kota lebih maju, masyarakatnya jadi senang, kalaupun masih masa pembangunan tidaklah lantas membuat masyarakat menjadi sangat kesulitan seperti saat ini,” ucap Indra.

Indra menjelaskan lagi, bahwa pada kepemimpinan sebelumnya juga ada pembangunan infrastruktur di Kota Medan tapi tidak membuat masyarakat kesulitan menuju kemanapun. “Sekarang, belok sana tutup, belok sini tutup, yang sudah dibuka juga belum beres, sisa–sisa pengerjaan masih belum ada yang tuntas,” ketusnya.

Menanggapi hal ini, Pengamat Pemerintahan, Dr H Sahyan Asmara MSP, menyebutkan sangat setuju kritikan masyarakat terhadap tagline #Kolaborasi Medan Berkah, katanya itu merupakan reaksi masyarakat atas visi Walikota Medan.

Sebelumnya, sebutnya Bobby Afif Nasution maju sebagai calon Walikota Medan mengajukan visi dan misinya diantaranya #Kolaborasi Medan Berkah. Kolaborasi itu mengandung makna bekerjasama dengan semua pihak secara intensif meluas dan mendalam.

Ujung dari kolaborasi itu diharapkan terwujudnya kota Medan yang maju, pembangunannya berjalan lancar dan bisa memberikan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat. Dengan harapan semua itu penuh dengan keberkahan. Yaiui berkah dari Allah SWT.

“Masyarakat juga berharap Medan menjadi maju, masyarakatnya sejahtera, pembangunan berjalan lancar, kemacetan berkurang, banjir bisa diatasi, tingkat ekonomi bisa meningkat,” jelasnya pada Minggu (3/12).

Tapi kenyataannya saat ini tegasnya, pembangunan memang dijalankan tapi justru berdampak negatif pada perekonomian masyarakat.

Dicontohkannya misalnya pembangunan jalan, pembangunan drenase berdampak pada penurunan pembeli, masyarakat menjadi mengeluh karena penghasilan masyarakat berkurang.

Lain lagi katanya adanya pengalihan arus lalu lintas yang direncanakan untuk mengurangi kemacetan padahal hasilnya memindahkan kemacetan yang baru dan lebih parah.

Pengorekan parit untuk mengurangi banjir namun justru sebutnya disana-sini jalanan masih digenangi air. Jadi tidak sesuai dengan visi dengan kenyataan. Inilah yang disebut dengan tidak sesuainya harapan dengan kenyataan.

“Maka wajarlah muncul kritik dan respon dari masyarakat yang menyatakan bahwa saat ini Medan sudah tidak Berkah karena pengangguran juga tidak bisa tangani, lapangan pekerjaan juga tidak bisa berkembang, pembangunan jalan juga tidak terlalu signifikan terbantu, di. Medan Utara juga tidak menonjol,” ujarnya.

Mengapa mengeluh masyarakat? Jelas Sahyan Asmara lagi, Itu karena aspirasinya tidak tertampung. Misalnya membuat bangunan seenaknya tanpa kompromi dengan masyarakat sehingga kolaborasi itu hanya sekedar slogan saja, slogan kosong.

Bisa dikatakan membungkus kebohongan menjadi sebuah kebenaran. Seakan akan kita berkolaborasi padahal itu tidak ada. Inilah yang dirasakan oleh masyarakat saat ini.

“Bobby harus bisa membuka diri, kritikan dan masukan dari masyarakat, meskipun beliau menantu Presiden yang sangat ketat dengan protokoler, sehingga komunikasi masyarakat dengan Walikota tidak terbatas, harus membuka diri, biar bisa berkolaborasi dengan masyarakat,” tandasnya. (cbud)

Tagline Kolaborasi Medan Berkah. Ist

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *