Pemkab DS Diminta Olah Puluhan Ton Sampah Di Percut 

  • Bagikan
Anggota DPRD Sumut H Wagirin Arman. Waspada/ist
Anggota DPRD Sumut H Wagirin Arman. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut H Wagirin Arman (foto) mendesak Pemkab Deli Serdang untuk mengolah puluhan ton sampah yang menumpuk di kawasan Desa Tambak Bayan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

“Tiap hari puluhan ton sampah menggunung di Tambak Bayan, dan dibiarkan begitu saja, sehingga menimbulkan bau tidak sedap bagi pengendara di sana,” kata Wagirin kepada wartawan di Medan, Rabu (7/12).

Anggota dewan dari Fraksi Golkar itu merespon hasil reses  1 Tahun Sidang IV Tahun 2022 – 2023 di sejumlah kawasan desa, Percut Sei Tuan pekan lalu. Reses yang berlangsung 23 Nopember hingga 10 Desember itu dilakukan secara bertahap untuk menyerap aspirasi maysarakat setempat.

“Yang jadi perhatian kita dari reses itu adalah sampah di Tambak Bayan, kita lihat tidak ada Tempat Pembuangan Air (TPA), sehingga sampah dibiarkan begitu saja, dan menimbulkan bau,” kata anggota dewan Dapil III Deli Serdang ini.

Menurut Wagirin, kalau dihitung-hitung sampah di Tambak Bayan ini yang paling besar beratnya dibanding kawasan lain di Deli Serdang. “Sakin banyaknya, sampah berserakan hingga ke jalan,” ujarnya.

Bukan hanya berserakan, sambung Wagirin, tetapi juga menebarkan bau yang menyengat bagi pengendara yang melintas di sana.

“Karenanya, kita berharap Pemkab Deli Serdang bergerak cepat mencari solusi mendaur ulang sampah menjadi produk yang berguna. Jangan sampai sampah menutupi Tambak Bayang,” ujarnya.

Selain sampah, Wagirin juga menyoal tidak tersedianya sarana berupa drainase di kawasan Desa Saentis, masih di Kecamatan Percut Sei Tuan. “Ini desa penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 24 miliar, di bawah pimpinan Kepala Desa Asmawito, dan PAD itu merupakan terbesar di Deli Serdang, tapi tidak ada drainasenya,” katanya.

Akibatnya, luapan air menggenang di jalan jika terjadi banjir. “Kita berharap sisi kiri dan kanan jalan sepanjang 2,6 km dibangunlah drainase,” ujarnya.

Wagirin juga merespon tidak adanya pasar tradisional permanen di kawasan Klambir Lima, Deli Serdang. “Saya lahir di sana, tapi hingga kini tidak ada pasar rakyat permanen di sana, sehingga warga sulit berbelanja. Yang ada pasar kaget di lahan PTP,” katanya.

Reses Wagirin juga menampung aspirasi warga di Lubuk Pakam, yang meminta Pemprovsu dan Pemkab Deli Serdang membangun sarana dan prasarana jalan di sana, yang hingga kini masih hancur. (cpb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *