Medan

Pemprov Sumut Optimistis Pengungsi Tak Lagi Tinggal di Tenda Sebelum Lebaran

Pemprov Sumut Optimistis Pengungsi Tak Lagi Tinggal di Tenda Sebelum Lebaran
Gubernur Sumateta Utara (Sumut) Muhammad Bobby Nasution meninjau pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan menyapa warga di Hunian Sementara (Huntara) di Asrama Haji Pinangsori Kabupaten Tapanuli Tengah, baru-baru ini. Waspada.id/ist
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) optimistis jumlah pengungsi korban bencana alam di Sumatera Utara akan berkurang drastis menjelang Idulfitri 2026. Pemprov menargetkan para pengungsi sudah tidak lagi tinggal di tenda setelah dipindahkan ke hunian sementara (Huntara).

Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung di Medan, Selasa (10/3/2026). Menurutnya, pembangunan Huntara saat ini sudah memasuki tahap akhir sehingga siap dihuni dalam waktu dekat.

“Sudah ada pengungsi yang masuk ke hunian sementara (Huntara), masih ada ribuan Huntara lagi siap dihuni. Untuk keseluruhan progres pembangunan Huntara sudah masuk di angka 90-an persen. Kita harap sebelum Lebaran pengungsi sudah tidak lagi di tenda,” kata Basarin.

Pemprov Sumut juga terus mendorong seluruh pihak menjaga kolaborasi dalam mempercepat proses pemindahan pengungsi dari tenda ke hunian sementara. Basarin menegaskan percepatan tersebut membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak agar target penanganan pengungsi dapat segera tercapai.

Beberapa titik Huntara sebelumnya telah dihuni masyarakat terdampak bencana, di antaranya di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan sebanyak 186 unit; Dusun Aek Latong, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok sebanyak 118 unit; PTPN IV Regional I Afdeling III Kebun Batang Toru, Desa Napa sebanyak 129 unit; Adiankoting 40 unit; Asrama Haji Pinangsori 52 unit; Lahan Balerong Pasar Tukka 12 unit; serta Lahan Rusunawa Pandan sebanyak 90 unit.

Sementara itu, sejumlah lokasi pembangunan Huntara lainnya masih dalam tahap penyelesaian. Untuk wilayah Tapanuli Selatan, Basarin berharap pengungsi sudah dapat menempati Huntara pada 15 Maret mendatang.

“Untuk Tapsel tanggal 15 Maret diharapkan sudah masuk ke Huntara, karena Huntara-nya baru siap pada tanggal tersebut,” jelasnya.

Selain penyediaan hunian sementara, para pengungsi juga menerima bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH). Bantuan ini diberikan kepada pengungsi yang memilih tidak tinggal di Huntara.

“Proses penyaluran DTH sudah berlangsung dan akan terus dicairkan sesuai kelengkapan BNBA atau By Name By Address,” pungkasnya. (H17/DISKOMINFO SUMUT)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE