MEDAN (Waspada.id): Saṅgha Theravāda Indonesia (STI) menandai momentum setengah abad pengabdiannya dengan menggelar pengecoran Rupang Buddha Nusantara perdana di Kota Medan. Kegiatan sakral ini dilaksanakan pada 18 Januari 2026 di Vihāra Mahāsampatti dan menjadi bagian penting rangkaian peringatan Tahun Kencana Setengah Abad STI.
Koordinator Publikasi Tahun Kencana Setengah Abad STI, Vincent, menjelaskan bahwa pengecoran Rupang Buddha Nusantara merupakan salah satu agenda utama Panitia Nasional dalam menyambut usia 50 tahun Saṅgha Theravāda Indonesia yang mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”.
“Pengecoran Rupang Buddha Nusantara ini tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga wujud persatuan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia dalam memperingati setengah abad Saṅgha Theravāda Indonesia,” ujar Vincent, Rabu (21/1/2026) di Vihāra Mahāsampatti, Jalan Pajang No. 1-3-5-7-9-11, Kelurahan Sei Rengas Permata, Medan.
Ia menjelaskan, pengecoran Rupang Buddha dilakukan secara bertahap di sejumlah pulau sebagai representasi Nusantara. Pulau Sumatra menjadi lokasi perdana dengan pelaksanaan di Kota Medan. Selanjutnya, kegiatan serupa akan digelar di Pulau Kalimantan (Samarinda), Bali (Denpasar), Sulawesi (Palu), Jawa (Surabaya), dan ditutup di Daerah Khusus Jakarta.

Menurut Vincent, Rupang Buddha Nusantara yang dicor mengacu pada temuan arkeologis Rupang Buddha di reruntuhan kompleks Candi Sewu yang ditemukan pada Mei 2025. Temuan tersebut dijadikan prototipe karena memiliki nilai historis dan filosofis yang kuat.
“Rupang Buddha Nusantara menggunakan mudra Bhūmisparsa, yang bermakna bumi sebagai saksi atas kumpulan kebajikan. Ini menjadi pesan mendalam tentang kebajikan, kebijaksanaan, dan perjalanan spiritual umat Buddha,” jelasnya.
Proses pembuatan Rupang Buddha Nusantara dikerjakan oleh seniman dari Amertha Art Studio, Sugito Sutamin. Seluruh logam yang digunakan dalam pengecoran berasal dari donasi umat Buddha, sebagai bentuk partisipasi dan ketulusan dalam kegiatan keagamaan ini.
Vincent menambahkan, upacara pengecoran di Medan berlangsung khidmat dengan disertai lantunan Paritta Suci oleh 52 Bhikkhu Saṅgha Theravāda Indonesia. Prosesi ini sekaligus menjadi momentum penguatan keyakinan umat Buddha untuk menjalani kehidupan berdasarkan pengertian benar, moralitas, kemurahan hati, dan kebijaksanaan.
“Pengecoran Rupang Buddha Nusantara di Medan menjadi penanda awal rangkaian panjang peringatan setengah abad STI. Ini adalah karya yang berharga, monumental, sekaligus historikal bagi perjalanan Saṅgha Theravāda Indonesia,” pungkas Vincent. (Rel)










