Medan

Perkuat Pengamanan Arus Balik Nataru Di Jalur Rawan Pascabencana

Perkuat Pengamanan Arus Balik Nataru Di Jalur Rawan Pascabencana
Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Rudi Alfahri Rangkuti. Waspada.id/ist
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id) — Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Rudi Alfahri Rangkuti, mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) meningkatkan kewaspadaan dalam pengamanan jalan pada arus balik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, khususnya di jalur rawan pascabencana, yang terjadi akhir Nopember 2025 lalu.

Langkah ini diperlukan untuk menjamin keselamatan pemudik kembali ke kampung halaman mereka.

“Kondisi jalan pascabencana bisa menjadi kombinasi berbahaya jika pengamanan tidak maksimal,” ujar Rudi kepada Waspada.id, Jumat (2/1).

Sebagai anggota Komisi B DPRD Sumut yang membidangi sektor perhubungan, Rudi meminta Pemprovsu tidak bekerja sendiri, melainkan memperkuat koordinasi lintas sektor dengan Dinas Perhubungan Sumut, kepolisian, BPBD, hingga pemerintah kabupaten/kota.

Menurutnya, penambahan personel pengamanan di titik-titik rawan mutlak diperlukan, disertai penyampaian informasi kondisi jalan secara real time kepada masyarakat agar pemudik dapat mengambil keputusan perjalanan yang aman.

Lonjakan Mobilitas

Rudi merujuk pada prediksi Dinas Perhubungan Sumut yang menyebutkan puncak arus balik Natal dan Tahun Baru berlangsung pada 1–2 Januari 2026, dengan gelombang lanjutan pada 3–4 Januari 2026 seiring akhir pekan.

Dalam periode Nataru 2025/2026, Dishub Sumut memperkirakan jumlah pergerakan orang yang masuk ke Sumatera Utara mencapai 5,53 juta orang, atau sekitar 4,63 persen dari total pergerakan nasional. Angka tersebut dinilai cukup besar dan menuntut kesiapan infrastruktur serta manajemen lalu lintas yang matang.

“Dengan mobilitas sebesar itu, kesalahan kecil dalam pengaturan lalu lintas bisa berdampak besar. Karena itu, Pemprovsu harus benar-benar siap, bukan sekadar reaktif,” tegasnya.

Jalur Rawan Pascabencana

Rudi juga menyoroti hasil survei kondisi prasarana jalan yang telah dilakukan Dishub Sumut pada 19–22 November 2025 di jalur Medan–Binjai–Kabanjahe–Tiga Panah. Survei tersebut menemukan enam titik rawan kemacetan dan kecelakaan, serta sejumlah ruas jalan yang memiliki potensi longsor.

Beberapa jalur yang menjadi perhatian serius antara lain Medan–Pancur Batu–Sibolangit, Simpang Tongko–Simpang Sinaman, Merek–Sidikalang, dan Pengururan–Dolok Sanggul. Jalur-jalur ini kerap dilalui pemudik dan rawan mengalami gangguan lalu lintas saat cuaca ekstrem.

“Di titik-titik rawan ini harus ada petugas yang siaga penuh, bukan hanya papan peringatan. Kehadiran petugas sangat penting untuk mengarahkan pengemudi dan mencegah kecelakaan,” kata Rudi.

Ia juga meminta pemasangan rambu-rambu tambahan serta penyediaan jalur alternatif yang benar-benar siap dilalui.

Angkutan Umum Jadi Sorotan

Selain pengamanan jalan, Rudi menekankan pentingnya uji kelayakan kendaraan angkutan umum. Menurutnya, tingginya permintaan jasa transportasi pada arus balik kerap dimanfaatkan oleh operator yang mengabaikan standar keselamatan.

Di akhir pernyataannya, Rudi menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru 2026 kepada masyarakat Sumatera Utara sekaligus mendoakan para pemudik semoga selamat sampai ke tujuan.

Ia mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik, memilih waktu tempuh yang tepat, serta selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

“Liburan boleh usai, tapi keselamatan tidak boleh diabaikan,” pungkasnya. (id06)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE