Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia Gelar Safari Ramadhan

  • Bagikan
KETUA Umum PGMI Sumut Ilyas Halim MPd dan pengurus foto bersama. Waspada/ist
KETUA Umum PGMI Sumut Ilyas Halim MPd dan pengurus foto bersama. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Sumut,mengadakan Safari Ramadhan, dalam rangka meningkatkan ukhuwah Islamiyah di bulan Ramadhan yang berkah dan rahmah ini. Hal itu disampaikan Ketua Umum PGMI Sumut Ilyas Halim MPd, Minggu (31/3).

Menurutnya, kegiatan berlangsung di Yayasan Ibnu Halim yakni berbuka puasa bersama yang dihadiri seluruh pengurus PGMI Sumut juga dari kabupaten kota, Kota Medan, Kabupaten Asahan , Kota Binjai dan Kabupaten Deliserdang.

“Kegiatan ini di dukung oleh Bank Sumut Syariah. Dalam acara tersebut diserahkan bantuan paket Idul Fitri kepada 150 kaum dhuafa, penggali kubur dan bilal jenazah, serta penyerahan 15 pasang sepatu kepada anak yatim,”sebutnya.

Ilyas Halim juga menyampaikan, bahwa acara ini laksanakan berkat kerjasama para pengurus dan anggota PGMI, Sumatera Utara dan para calon jemaah haji dari KBIHU Arraudhah.

“Kegiatan berjalan lancar, dengan mengusung thema, menjadikan Bulan Suci Ramadhan, sebagai momentum untuk mewujudkan guru madrasah yang hebat dan bermartabat,”sebut Ilyas.

Perwakilan Bank Sumut Syariah, Zulfan, menyampaikan apresiasi atas digelarnya acara ini.

Dia juga menyampaikan sangat mendukung kegiatan ini dan diharapkan PGMI bisa bekerja sama dengan Bank Sumut Syariah, dan Bank Sumut, dimana bank ini memiliki berbagai produk pembiayaan dalam mengatasi masalah guru yang membutuhkan pembiayaan. Dan juga mengatasi guru yang terlibat dengan pinjol.

Sedangkan Al Ustaz Drs. H. Nasin Shelmi, sebagai penceramah menyampaikan bahwa haji adalah ibadah khusus yang dipanggil Allah adalah orang terpilih, maka jangan sampai disia siakan kesempatan yang baik itu untuk beribadah kepada Allah, dan tidak semua orang mendapatkan panggilanNya
dan guru adalah orang yang sangat berjasa dalam kehidupn kita disamping orang tua. Tampa guru kita tidak bisa seperti sekarang apa lagi guru madrasah yang mampu menciptakan anak didik yang berkarakter, berakhlakul karimah dan bertaqwa. (m22)

  • Bagikan