Pernyataan Kapoldasu Ruang Publik Aman Nyaman Adalah Langkah Menuju Masyarakat Modern

  • Bagikan
Pernyataan Kapoldasu Ruang Publik Aman Nyaman Adalah Langkah Menuju Masyarakat Modern

MEDAN (Waspada): Pernyataan Kapoldasu Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, S.H., S.I.K., M.Si., bahwa warga harus bisa menikmati ruang publik yang aman dan nyaman merupakan sinyal menuju masyarakat modern.

“Pernyataan Kapoldasu pada seminar Sumut Economic Outlook 2024 berkaitan pengelolaan sistem keamanan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi di Sumut berjalan tanpa adanya gangguan, dapat dikatakan suatu sinyal menuju masyarakat yang moderen,” kata Dr Dedi Sahputra, MA dosen Fisipol Universitas Medan Area (UMA) di Medan, Sabtu (20/1).

Mengutip para scholar, Dr Dedi mengatakan bahwa ukuran yang menentukan kualitas ruang publik adalah tatanan aktivitas orang atau pengguna ruang yang ada dan bagaimana hubungan dengan elemen-elemen pembentuk tatanan fisik kawasan.

“Pengertian ruang bukan sekedar space tetapi merupakan place karena terjadi integrasi antara pengguna dengan ruang yang mewadahinya dan sekaligus merupakan ruang yang mempunyai karakter yang jelas,” ujarnya.

Perubahan dalam satu aspek akan membawa konsekuensi terhadap aspek lain. Perubahan tidak dapat dihentikan, namun perlu diakomodasikan dengan baik agar tidak merusak lingkungan dengan identitas yang telah ada yang dibentuk oleh tatanan aktivitas atau tatanan fisik spatial.

Hal yang perlu diobservasi dari aktivitas atau fungsi adalah cara-cara pengguna memanfaatkan tempat yang ada. Makna/jiwa tempat terkait dengan pengalaman visual ketika orang berada di suatu tempat, sehingga terbentuk visual image tentang tempat tersebut.

“Jiwa suatu tempat tidak hanya terbentuk oleh tatanan fisik semata, namun juga oleh tatanan fungsi yang terjadi dan bagaimana terjadi dialog di antara keduanya. Kualitas suatu tempat harus didasari oleh 3 aspek utama yaitu fisik, fungsi, dan makna. Pengertian ruang publik berkualitas mencakup juga makna dari keberadan ruang publik tersebut dalam konteks yang berkelanjutan, yaitu memenuhi kelayakan terhadap kriteria: kualitas fungsional, kualitas visual, dan lingkungan (fisik dan non fisik),” bebernya.

Dia menambahkan bahwa pada dasarnya ketiga kriteria tersebut membawa penekanan juga terhadap aspek-aspek fungsi atau aktivitas dan aspek non fisik. Kualitas tempat akan mendorong vitalitas sebuah tempat akan menarik untuk didatangi dan dikunjungi.

Kualitas ruang publik akan terkait dengan beberapa aspek, yaitu equity and acces (persamaan dan pencapaian).

Hal ini dimaksudkan adanya persamaan dalam pemenuhan kebutuhan manusia dalam ruang publik dan kemudahan akses di dalamnya.

Variety (keberagaman) sebagai suatu keberagaman terhadap pengguna publik, sedangkan vitality (keberartian) menunjukan keberagaman pengguna dan aktivitas yang dapat tertampung dalam ruang publik.

“Pemahaman tentang kualitas ruang publik mempunyai penekanan pada aspek pemenuhan kebutuhan yang menyangkut kenyamanan dan kepuasan pengguna yang mempunyai berbagai macam kepentingan dan latar belakang. Pemenuhan terhadap kebutuhan membawa implikasi terhadap terpenuhinya ruang sebagai wadah aktivitas pengguna sesuai dengan fungsinya dan tersedianya fasilitas lingkungan fisik. Pemenuhan terhadap hak membawa implikasi terhadap kebebasan beraktivitas. Dengan demikian pengertian kualitas ruang publik tetap bermuara kepada tiga aspek dasar yaitu fisik, aktivitas, dan makna yang dijabarkan secara lebih rinci dan operasional dalam konteks aspek-aspek kebutuhan,” paparnya.

“Ini menunjukkan keterkaitan secara erat antara keamanan dan kenyamanan di ruang publik dengan dinamika keenomian masyarakat. Sehingga ini menjadi salah satu ciri dari masyarakat yang modern,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Sumut, Irjen. Pol. Agung Setya Imam Effendi, S.H., S.I.K., M.Si., Selasa (16/1/24) menyampaikan bahwa perspektif keamanan tidak hanya yang nampak, tetapi dipastikan keamanan dilihat secara komprehensif, baik yang nampak maupun tidak nampak.

“Polda Sumut memastikan sistem keamanan dikelola dengan baik untuk memastikan pertumbuhan ekonomi di Sumut berjalan tanpa adanya gangguan,” Kapolda saat menjadi pembicara pada seminar Sumut Economic Outlook 2024 menjaga momentum pertumbuhan bisnis dan investasi bertempat di Hotel JW Marriot.

Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi mengungkapkan, Polda sumut ingin bangun sistem keamanan yang terkelola dan terintegrasi dengan baik, sehingga perilaku masyarakat dapat dikelola mulai dari keluarga hingga lingkungannya.

“Publik jangan dibiarkan liar di area-area umum, vandalisme di area umum ditindak tegas. Masyarakat harus bisa menikmati ruang publik yang aman dan nyaman. Kesadaran perilaku masyarakat harus terus meningkat dari waktu ke waktu dan dikelola untuk dapat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yakni bisnis dan investasi,” jelas Kapolda.

Kapolda menegaskan jangan biarkan premanisme menjadi ekosistem yang dapat memperburuk kemajuan ekonomi di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Juga jangan biarkan perilaku-perilaku buruk dalam perusahaan menjamur, sehingga meruntuhkan ekosistem ekonomi.(m05)

  • Bagikan