PERSI Terus Dorong Percepatan Rumah Sakit Di Sumut agar Terintegrasi Sistem SATUSEHAT

  • Bagikan
PERSATUAN Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Sumatera Utara (Sumut) terus berupaya mensosialisasikan sistem SATUSEHAT yang merupakan digitalisasi kesehatan dari Kementerian Indonesia. Waspada/ist
PERSATUAN Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Sumatera Utara (Sumut) terus berupaya mensosialisasikan sistem SATUSEHAT yang merupakan digitalisasi kesehatan dari Kementerian Indonesia. Waspada/ist

MEDAN (Waspada) Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Sumatera Utara (Sumut) terus berupaya mensosialisasikan sistem SATUSEHAT yang merupakan digitalisasi kesehatan dari Kementerian Indonesia.

Melalui webinar sosialisasi sistem informasi manajemen generik open source (Simgos) versi 2 yang berlangsung secara hybride, PERSI menyampaikan informasi merata untuk seluruh rumah sakit di Sumatera Utara, pada Kamis (15/2).

Ketua PERSI Wilayah Sumatera Utara dr. Syaiful M. Sitompul, menyampaikan dalam rangka melaksanakan sistem SATUSEHAT dari Kementerian Kesehatan RI, kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 rumah sakit yang ada di Sumut.

“Jadi kegiatan tadi adalah webinar, sosialisasi sistem informasi. Dalam rangka akselerasi rumah sakit dalam sistem SATUSEHAT Kementerian Kesehatan RI. Untuk melaksanakan sistem itu sejauh ini baru 84 rumah sakit di Sumut yang terhubung,” ujar dr. Syaiful.

Dalam kegiatan tersebut, PERSI menyampaikan solusi kepada rumah sakit yang terkendala dalam melakukan integrasi SATUSEHAT

“Ada dua yang dapat dilakukan untuk bergabung dalam sistem tersebut. Pertama secara mandiri, yakni rumah sakit melakukan verifikasi secara mandiri. Kemudian ada cara kedua, yakni menggunakan vendor, sehingga rumah sakit menerima bersih, tanpa sulit melakukan integrasi ke sistem satu sehat tersebut,” jelasnya.

Antusias rumah sakit dalam mengikuti sosialisasi cukup tinggi, sebab ternyata masih banyak rumah sakit daerah yang belum mendapatkan informasi secara detail, terkait sistem Satu Sehat tersebut.

“Melalui webinar tadi, kita mendapatkan problem yang terjadi, ternyata masih banyak rumah sakit tidak mendapatkan informasi untuk integrasi dalam sistem Satu Sehat tersebut,” ungkapnya.

dr. Syaiful mengungkapkan bahwa ini merupakan salah satu bagian dari transformasi kesehatan di bidang teknologi, yakni digitalisasi.

Deadline bagi seluruh rumah sakit agar segera terkoneksi dengan sistem satu sehat yakni pada 31 Maret 2024.

Sehingga PERSI juga turut mendorong percepatan integrasi sesuai ketetapan Kemenkes.

“Karena jika tidak terintegrasi akan ada pencabutan izin terhadap rumah sakit. Dengan sistem digitalisasi Satu Sehat, maka akan menjadi lebih mudah dan mengurangi administrasi yang rumit,” pungkasnya.

PERSI Sumatera Utara terus mendorong agar seluruh rumah sakit di Sumut segera melakukan integrasi dan siap membantu.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerjasama PERSI Sumut dengan RSJ Prof Dr Ildrem pendampingan khusus Implementasi Simgos Versi 2 yang langsung dihadiri Dirut RSJ Prof Dr Ildrem, drg Ismail Lubis.

Hadir juga Kabid Yankes Dinkes Sumut, dr Nelly M.kes. (cbud)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *