Medan

Pertahankan Hp-nya, Siswi SD Diseret Perampok Sejauh 100 Meter

Pertahankan Hp-nya, Siswi SD Diseret Perampok Sejauh 100 Meter
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Aksi perampokan brutal dialami seorang bocah siswi Sekolah Dasar (SD) Harapan Bangsa di Gang Perabot Lingkungan XXIII Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sabtu (10/1) sekira pukul 11:00.

Korban yang masih berusia 9 tahun sempat terseret sejauh 100 meter demi mempertahankan handphone (Hp) nya dirampas oleh seorang pria yang mengendarai sepeda motor. Aksi brutal tersebut terekam kamera CCTV sehingga viral di media sosial di Medan Utara.

Seluruh rangkaian kejadian terekam kamera CCTV dan kini beredar di masyarakat, memperlihatkan betapa brutalnya pelaku memperlakukan anak di bawah umur.

Informasi yang dihimpun, Minggu (11/1), saat kejadian korban baru pulang sekolah dan sedang berada di dalam rumah sambil bermain ponsel. Pelaku tiba-tiba masuk ke rumah dan langsung merampas handphone dari tangan korban.

Bunga yang kaget dan takut berusaha mempertahankan barang miliknya, sehingga terjadi tarik-menarik antara korban dan pelaku.

Namun pelaku tak peduli. Dalam kondisi mesin sepeda motor sudah menyala, pelaku justru memutar gas dan melaju kencang, membuat tubuh kecil korban terseret di atas jalan beraspal.

Sepanjang puluhan meter, Bunga terseret dan terhempas, sebelum akhirnya dilepaskan pelaku di badan jalan dalam kondisi penuh luka.

Korban mengalami luka di hampir seluruh bagian tubuh akibat gesekan keras dengan aspal. Warga yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan membawa korban untuk mendapatkan perawatan.

Lebih memprihatinkan lagi, warga menyebut rumah korban diduga sudah lebih dulu dipantau dan “ditandai” oleh pelaku. Kedua orang tua korban diketahui bekerja di luar rumah sehingga korban kerap berada sendirian, kondisi yang dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

Tokoh masyarakat setempat, Charlie, mengecam keras aksi tersebut dan mendesak Polsek Medan Labuhan segera menangkap pelaku.

“Ini sudah keterlaluan. Anak kecil diseret di aspal hanya demi sebuah handphone. Kalau dibiarkan, akan muncul korban-korban baru. Aparat penegak hukum harus bertindak cepat dan tegas,” ujarnya.

Charlie juga menyoroti kuatnya dugaan keterkaitan pelaku dengan jaringan narkotika yang selama ini meresahkan warga di kawasan Medan Utara.

“Para pelaku kejahatan seperti ini sudah terkontaminasi narkoba. Kawasan Gang 36 dan sekitarnya bahkan sudah diblacklist karena maraknya pemakai dan pengedar. Ini bom waktu bagi keamanan warga,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap peredaran narkotika akan berujung pada meningkatnya kriminalitas dan kehancuran generasi muda.

“Kalau kita terus menutup mata terhadap narkoba, generasi bangsa ini akan hancur sehancur-hancurnya,” tandas Charlie.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Medan Labuhan dan Polres Pelabuhan Belawan masih memburu pelaku berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi. Warga berharap, pelaku segera ditangkap dan diproses hukum seberat-beratnya agar rasa aman di Medan Utara bisa kembali pulih.(id23)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE