MEDAN (Waspada.id): Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang selama tiga hari terakhir, menyebabkan Pondok Pesantren Sulaimaniyah di Jl. Rantau, Kebun Rantau, Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau, terisolasi dan kehilangan akses komunikasi.
Sedikitnya 90 santri bersama para guru terjebak banjir dan hingga kini belum mendapatkan bantuan logistik maupun evakuasi.
Menurut laporan keluarga santri yang diterima Waspada.id di Medan, Sabtu (29/11/2025), kompleks pesantren mulai terendam sejak tiga hari lalu.
Kondisi semakin memburuk setelah aliran listrik padam dan jaringan komunikasi terputus total. Para santri dan guru terpaksa mengungsi ke Pabrik Betami Alur Manis, tidak jauh dari Masjid Al-Mutaqin.
“Kami mohon bantuannya. Anak kami dan sekitar 90 santri lain sudah tiga hari terjebak banjir. Tidak ada logistik, dan komunikasi terputus,” ungkap Yuni Rambe, salah satu orang tua santri yang terus mencoba menghubungi pihak berwenang.
Yuni menjelaskan, terakhir ia berkomunikasi dengan anaknya, Djayeng Andara Pratama, pada Kamis pagi (27/11/2025). Saat itu, air mulai naik dan para santri serta guru mengungsi ke Masjid Al-Mutaqin.
Namun air kemudian merendam area masjid, memaksa mereka berpindah lagi ke bekas pabrik kelapa sawit yang lebih tinggi. Setelah itu, hubungan telepon terputus dan belum tersambung kembali hingga hari ini.
Selain hilangnya sinyal, padamnya listrik dari PLN membuat koordinasi dan upaya pencarian semakin sulit. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai proses evakuasi dari pihak terkait.
Keluarga korban berharap pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, BPBD, TNI–Polri, serta para relawan dapat segera melakukan penyelamatan dan menyalurkan bantuan logistik ke lokasi pengungsian.
“Kami berharap pemerintah bisa segera mengevakuasi anak-anak pesantren dan warga sekitar Kecamatan Rantau. Besar harapan kami bantuan datang secepatnya untuk menyelamatkan anak-anak kami,” harap Yuni dengan suara penuh kecemasan.(id96)












