Pisang Kepok Nias Mulai Diminati

  • Bagikan
PENANGGUNGJAWAB Paviliun Pemkab Nias Inneke, menjelaskan beberapa komoditas unggulan yang dipamerkan di PRSU. Di antaranya Pisang Kepok Nias. Waspada/Ist
PENANGGUNGJAWAB Paviliun Pemkab Nias Inneke, menjelaskan beberapa komoditas unggulan yang dipamerkan di PRSU. Di antaranya Pisang Kepok Nias. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kepulauan Nias, mulai mengembangkan komoditas baru, yakni pisang kepok (Gae Siata). Sekarang ini, pisang kepok khas Nias semakin diminati, dan telah dipasarkan hingga ke berbagai daerah di tanah air, terutama di Pulau Sumatera.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias, memanfaatkan event Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-49 untuk memperkenalkan Gae Siata kepada masyarakat. Komoditas itu dipajang di Paviliun Pemkab Nias.

Kepada wartawan, Penanggungjawab Paviliun Pemkab Nias Inneke menyubutkan, Gae Siata sudah dikirim ke luar daerah. Pada 2022 saja, pisang kepok itu sudah diperdagangkan antar pulau sebanyak 15.000 ton.

Karena banyaknya permintaan, kata Inneke, kini Gae Siata banyak dibudidayakan para petani di Nias. “Kini Gea Siata semakin digemari konsumen di luar daerah. Mungkin karena varietasnya yang berbeda dengan pisang kepok lainnya,” katanya.

Kata Inneke, meski masih mengkal, pisang kepok Nias ini warnanya kekuning-kuningan. Jika dimasak atau dibuat keripik, rasanya lebih manis dengan tekstur daging buah yang lembut.  “Sedangkan jumlah buah per tandannya juga lebih banyak”, ujarnya.

Di jelaskan Inneke, di Nias, pisang kepok meski masih dikembangbiakkan secara organik. Namun sudah menjadi salah satu produk yang saat ini ikut mendongkrak pendapatan petani, karena ramainya permintaan dari Aceh hingga Riau. “Selain dijadikan penganan seperti pisang goreng dan keripik, pisang kepok ini juga diolah menjadi tepung,” tambahnya.  

Selain pisang, hasil pertanian lainnya yang menjadi handalan dari Kab. Nias adalah durian balaki. Meski bentuknya lebih kecil, namun rasa durian balaki tidak kalah lezat dengan durian impor yang saat ini sedang gencar dipasarkan di kota-kota besar.   “Pembibitan durian balaki saat ini sedang dikembangkan,” kata Inneke. (m07

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *