Plt Dirut PUD Pembangunan: Wesa Mati Karena Gangguan Ginjal Dan Fungsi Pencernaan

  • Bagikan
Plt Dirut PUD Pembangunan: Wesa Mati Karena Gangguan Ginjal Dan Fungsi Pencernaan

MEDAN (Waspada): Satwa dilindungi Harimau Benggala bernama Wesa mati di Medan Zoo. Kematiannya usai dilakukan penutupan Medan Zoo dari pengunjung.

Plt Direktur PUD Pembangunan Kota Medan, Bambang Hendarto menerangkan kepada awak media pada Jumat (26/1) mengakui matinya harimau benggala bernama Wesa. Sebutnya disebabkan karena alami gangguan ginjal dan pencernaan.

“Jadi ada lagi beberapa termasuk Harimau Sumatera, saat itu Putri masih hidup kemudian ada Avatar juga masih hidup. Dan terakhir Wesa masih hidup dari situ didapatkan prognosisnya ada gangguan ginjal, pernapasan dan ada gangguan fungsi pencernaan. Dengan gejala penyakit tersebut harimau itu memang kondisinya sudah tidak bisa disembuhkan. Yang ada juga kondisi yang sama hari ini itulah dia masih ada Sorik yang masih hidup masih kita lakukan perawatan intensif hingga hari ini kemudian ada namanya anis dan termasuk Wesa,” jelasnya.

Bambang menyebutkan Harimau bernama Wesa ini sejarahnya dari Kebun Binatang Ragunan dan disebutkannya Wesa mengidap penyakit yang sama dengan kondisi yang lain yang akhirnya mati pada senin kemarin.

Bambang mengakui Harimau yang tersisa masih berada di kandang masing-masing. Apakah mereka akan direlokasi atau tidak, ia menjawab menunggu hasil koordinasi dengan BKSDA.

“Masih ada, kita sudah berkoordinasi dengan BKSDA, dokternya juga dan lembaga konservasi yang ada. Kalau kondisi kemarin si Sorik ada dbawah dalam kondisi lemas, itu kan tidak mungkin kita lakukan pembiusan pada saat itu takutnya malah memicu kematian. Jadi relokasi kita tunggu koordinasi dengan BKSDA apakah hewan ini direlokasi atau kita rawat intensif di Medan Zoo dengan memberikan suplemen dan menurunkan tim ahli,” tuturnya.

Untuk penanganan selanjutnya, Bambang mengaku pihaknya akan melakukan satu lobi-lobi sesuai arahan Walikota Medan.

” Ada beberapa investor, kita menunggu siapa yang bisa menjadi investor disitu. Tapi untuk kerjasama dengan investor tidak semudah membalikkan telapak tangan mungkin swasta dan swasta gampang tapi swasta dan pemerintah pasti harus ada regulasinya,” tandasnya. (cbud)

Teks

Plt Dirut PUD Pembangunan kota Medan, Bambang Hendarto. Waspada/ist

  • Bagikan