PMDI Kota Medan Masa Amaliyah 2024 – 2027 Dikukuhkan

  • Bagikan
KETUA Umum PMDI Kota Medan Dr. H. Sori Monang Rangkuti An Nadwi saat dilantik bersama pengurus dan Ketua Umum PMDI Sumut, Dr.Syahrin Harahap. Waspada/ist
KETUA Umum PMDI Kota Medan Dr. H. Sori Monang Rangkuti An Nadwi saat dilantik bersama pengurus dan Ketua Umum PMDI Sumut, Dr.Syahrin Harahap. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Perhimpunan Masyarakat Dakwah Indonesia (PMDI) Kota Medan Masa Amaliyah  2024-2027, dikukuhkan dan dilantik oleh Ketua Umum PMDI Provinsi Sumatera Utara  Dr. H. Syahrin Harahap, Senin (12/2) di Wong Solo Medan.

Adapun Pengurus antaranya, Ketua Umum PMDI Kota Medan, Dr. H. Sori Monang An Nadwi,MTh, Sekretaris Umum Dr.Hendripal Panjaitan, SPd. MA.Msi. C.MH dan Bendara Umum Marhayani Polem Simanjuntak, S.Ag.MPd.I Ketua Umum PMDI Kota Medan, Dr. H. Sori Monang An Nadwi,MTh, menyampaikan pihaknya akan melaksanakan program kerja yang langsung bersentuhan dengan dakwah secara lisan maupun perbuatan.

Dalam pesannya Ketua Umum PMDI Sumut, Dr. H. Syahrin Harahap, bahwa budaya (tsawofah) Islamiyyah yang senantiasa ingin untuk berbuat baik dan kebaikan kesejahteraan bersama di tengah tengah masyarakat.

Untuk itu sangat perlu meningkatkan semangat dan istiqomah fiddin dan konsistensi melaksanakan misi dakwah dalam setiap gerak kehidupan muslim. Dimana berdakwah sekaligus membangun kemajuan dalam kehidupan  masyarakat dengan semangat religius.

“Jadilah para da’i yang menyejukkan suasana kehidupan dalam bermasyarakat. Dengan semangat dakwah mengajak umat ke masjid, ke pengajian, menuntut ilmu pengetahuan. Sampaikan dakwah itu biqodari ‘uqulohim (sesuai dengan pemikiran masyarakat). Dakwah Society mengajak masyarakat ke jalan kebaikan sepanjang hayat,”kata Syahrin.

Dr.HM.Nurdin Amin Lc, selaku Wakil Ketua Bidang Penguatan Keislaman Keindonesiaan dan Peradaban, menyebutkan organisasi ini baik dalam mewujudkan dakwah berkesinambungan.

“Saya Sangat setuju dengan esensi cita cita untuk mewujudkan Dakwah Society. Dimana PMDI, ingin mewujudkan insan dakwah, masyarakat dakwah,”ujarnya.

Sehingga, lanjut Nurdin, setiap muslim menyadari bahwa dirinya adalah insan dakwah. Sehingga tumbuh lah suatu sikap hidup lebih pasti dimanapun mereka berada siap menjadi penegak yang mengibarkan bendera dakwah.

Kongkritnya, suatu komunitas tukang jahit misalnya, mereka menjadi donatur tetap masyarakat fakir miskin di desa tertentu. Sedangkan komunitas penjual bakso menjadi penyantun tetap bagi anak yatim piatu. Pekerjaan ini adalah pekerjaan dakwah. Komunitas masyarakat dakwah (Dakwah Society) ini akan tumbuh dan tumbuh lagi menjadi rahmatan lil’alamin.

“Mungkin saja pedagang pedang besar akan menyiapkan dana pendidikan untuk melahirkan generasi tidak mampu menjadi ilmuan dan cendikiawan muslim. Mereka akan menjawab tantangan zaman untuk kesejahteraan masyarakat, bangsa dan umat secara keseluruhan,” pungkasnya. (m22)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *