MEDAN (Waspada.id): Ketua Rumah Sahabat Dai Sumatera Utara, Dody Mahendra, menilai pengabdian personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo perlu dihargai dan diapresiasi tinggi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Karena itu merupakan bentuk pengorbanan yang patut dihargai, terutama menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah,” demikian Dody saat ditemui di Medan, Senin (9/3/26).
Ia mengatakan, kehadiran para Bhayangkara di berbagai titik pelayanan publik menjadi bukti komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Menurutnya, para anggota Polri tetap menjalankan tugas di lapangan, meskipun harus menghadapi berbagai kondisi Mulai dari terik matahari hingga terpaan angin malam.
“Mereka terlihat berjaga di persimpangan jalan dan pusat keramaian guna memastikan arus lalu lintas tetap lancar serta keamanan masyarakat terjaga. Meskipun di tengah arus kendaraan yang tidak pernah sepi, para Bhayangkara hadir memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan tertib,” paparnya.
Dody menambahkan, menjelang puncak arus mudik Idul Fitri, tanggung jawab personel kepolisian semakin berat. Ketika sebagian besar masyarakat bersiap pulang ke kampung halaman (Mudik) untuk berkumpul bersama keluarga, para anggota kepolisian justru harus meninggalkan keluarga mereka demi menjalankan tugas negara.
“Mereka adalah penjaga peradaban. Ketika masyarakat berkumpul bersama keluarga di rumah, para Bhayangkara justru berdiri di jalan menghadapi panas, dingin, dan lelah demi memastikan perjalanan masyarakat tetap aman,” ungkapnya.
Ia juga menilai pengabdian tersebut memiliki nilai moral dan spiritual yang tinggi. Dalam perspektif nilai-nilai keislaman, lanjutnya, pengorbanan aparat kepolisian mencerminkan sikap mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi.
Dody bahkan, mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Ankabut ayat 69 yang menyebutkan bahwa Allah bersama orang-orang yang berbuat baik pengabdian yang dilakukan para Bhayangkara tidak hanya sebatas menjalankan tugas negara, tetapi juga memiliki nilai ibadah.
“Pengorbanan itu bukan hanya bentuk tanggung jawab kepada negara, tetapi juga bernilai kebaikan dan ibadah,” tuturnya.
Karena itu, Dody Mahendra mengajak seluruh masyarakat untuk mempertahankan dan terus menjaga Keamanan dan ketertiban di masyarakat di bulan romadhon dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H /2026 M agar suasana tetap kondusif dirasakan rakyat indonesia.
“Tentu situasi seperti ini tidak dialami oleh negeri di Timur Tengah, karena gejolak As-Israil dengan Iran menjelang hari raya idul Fitri masih berkelanjutan,” tandasnya (id.28/Idris Lubis)












