Puluhan ADHA Berpuisi Dan Bernyanyi Di Peringatan Hari AIDS Sedunia

  • Bagikan
KEGIATAN Hari AIDS Sedunia (HAS) yang diinisiasi oleh Yayasan Peduli Anak HIV AIDS (YP ADHA), di Hotel Antares, Medan Kamis (28/12). Waspada/Ist
KEGIATAN Hari AIDS Sedunia (HAS) yang diinisiasi oleh Yayasan Peduli Anak HIV AIDS (YP ADHA), di Hotel Antares, Medan Kamis (28/12). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Puluhan Anak Dengan HIV-AIDS menampilkan bakatnya mulai berpuisi hingga bernyanyi pada kegiatan Hari AIDS Sedunia (HAS) yang diinisiasi oleh Yayasan Peduli Anak HIV AIDS (YP ADHA).

Kegiatan yang digelar di Hotel Antares Medan pada Kamis (28/12) itu jelas mengundang rasa haru dan bangga karena meski mereka mengidap penyakit HIV AIDS, namun mereka memiliki semangat yang tinggi. Setidaknya ada puluhan anak yang hadir pada peringatan HAS itu, ada balita, remaja, dan bahkan ada juga yang masih bayi.

Hadir pada giat itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Medan, dr Taufik Ririansyah, ibu asuh ADHA Sumut, Nawal Lubis, Kabid P2P Dinkes Medan, dr Pocut Fatimah, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Sumut dr Nora Nasution, Ketua YP Adha Saurma MGP Siahaan MIKom IAPR dan para orangtua ADHA.

“Berbagai upaya telah dilakukan untuk penanggulangan dan pencegahan penyebaran HIV dan AIDS di Indonesia baik Kementerian hingga kelompok-kelompok masyarakat peduli AIDS, namun upaya-upaya itu harus masih ditingkatkan baik kualitas, kuantitas, keterpaduan maupun kebersamaan. Saat ini HIV AIDS masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang paling signifikan di dunia terutama di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah,” ungkap Kadiskes Medan, dr Taufik Ririansyah saat memberikan kata sambutannya.

Di Kota Medan sendiri katanya, estimasi ODHA Kota Medan berjumlah 16.538, jumlah ini katanya masih cukup tinggi sehingga ia berharap di Peringatan HAS tahun 2023 ini dapat memperkuat kerjasama dan koordinasi dengan komunitas seperti penjangkauan populasi kunci di tes HIV, Pencegahan infeksi HIV, Penelusuran ODHIV mendapatkan pengobatan, memantau kepatuhan minum ARV, penelusuran pada pasien hilang (lost to followup) dan pemeriksaan viral load bagi ODHIV.

“Dengan adanya upaya ini kata-kata akhiri AIDS tidak hanya menjadi slogan, tetapi bisa dibuktikan dengan kerja keras,” ucap Taufik.

Ibu asuh ADHA Sumut, Nawal Lubis pada giat itu tampak berbaur dengan ADHA dan memberikan motivasi. Seperti mengajak para ADHA untuk terus bergiat belajar, jangan lupa mengonsumsi obat dan makan makanan yang sehat.

Nawal Lubis juga menyampaikan agar masyarakat dan pemerintah khususnya harus memberikan kepedulian terhadap mereka.

“Kepada masyarakat jangan menjauhi mereka, anak-anak tersebut tidak berdosa dan tidak tau apa-apa. Alangkah baiknya masyarakat dapat peduli, begitu juga pemerintah harus peduli dengan mereka. Peduli saja, itu sudah membantu mereka. Tidak ada alasan menjauhi mereka, karena penularan tidak akan terjadi jika hanya berdekatan, masyarakat dalam hal ini saya rasa sudah memiliki pengetahuan,” tegasnya.

Sementara itu, di penghujung kegiatan itu, para ADHA dampingan YP ADHA Sumut itu juga mendapat bingkisan. (cbud)

  • Bagikan