# Harus Dikembalikan Untuk Pembinaan Generasi Muda
MEDAN (Waspada.id): Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Sumatera Utara menyoroti kondisi memprihatinkan Bumi Perkemahan Sibolangit.
Kondisi ini dinilai sebagai bentuk penyimpangan serius dari fungsi dasar kawasan yang seharusnya menjadi pusat pembinaan generasi muda.
Ketua PW KAMMI Sumut, Irham Sadani Rambe, menegaskan bahwa Bumi Perkemahan Sibolangit merupakan aset strategis pendidikan karakter yang tidak boleh dikuasai oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.
“Bumi Perkemahan Sibolangit sejatinya adalah ruang pembinaan generasi muda, ruang pendidikan karakter, dan pusat kegiatan kepramukaan. Namun realitasnya justru berubah menjadi sarang narkoba dan judi akibat pengelolaan yang keliru dan lemahnya pengawasan,” tegas Irham.
PW KAMMI Sumut secara tegas mendesak agar pengelolaan Bumi Perkemahan Sibolangit diserahkan sepenuhnya kepada Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Sumatera Utara, sebagai lembaga yang memiliki mandat, pengalaman, dan legitimasi dalam pembinaan kepemudaan.
“Kami meminta agar kawasan ini dikelola langsung oleh Kwarda Pramuka Sumut. Hanya dengan pengelolaan yang profesional dan berbasis pembinaan, Bumi Perkemahan Sibolangit bisa dikembalikan fungsinya sebagai tempat lahirnya generasi muda yang berkarakter, berdisiplin, dan cinta tanah air,” lanjutnya.
Irham menilai, penyerahan pengelolaan kepada Kwarda Pramuka Sumut bukan sekadar solusi administratif, tetapi langkah strategis untuk memutus ruang tumbuhnya aktivitas ilegal yang merusak moral dan masa depan generasi muda.
Di sisi lain, PW KAMMI Sumut mengapresiasi langkah tegas Polrestabes Medan yang telah melakukan penggerebekan dan membongkar praktik narkoba serta perjudian di kawasan Bumi Perkemahan Sibolangit.
“Kami mengapresiasi Polrestabes Medan yang telah bertindak cepat dan tegas. Ini menunjukkan komitmen aparat dalam membersihkan ruang publik dari kejahatan narkoba dan perjudian,” ujar Irham.
Meski demikian, PW KAMMI Sumut menegaskan bahwa proses penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata. Aparat kepolisian diminta segera menangkap dalang, pengendali, serta pihak-pihak yang selama ini menguasai dan membekingi Bumi Perkemahan Sibolangit.
“Penindakan harus menyasar aktor intelektual dan pihak yang selama ini mengambil keuntungan dari rusaknya fungsi Bumi Perkemahan Sibolangit. Jika tidak diusut tuntas, kawasan ini akan terus menjadi ruang rawan kejahatan,” tegasnya.
PW KAMMI Sumut menyatakan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini hingga Bumi Perkemahan Sibolangit benar-benar dikembalikan kepada Kwarda Pramuka Sumut dan difungsikan sebagai kawasan pembinaan generasi muda yang aman, edukatif, dan bermartabat. (rel)










