JAKARTA (Waspada.id): Sampoerna Academy, sebagai penyedia pendidikan kelas dunia dan pelopor pendidikan STEAM di Indonesia, kembali menggelar STEAM Inter-School Competition 2026 bertajuk “Inventing Tomorrow”. Kompetisi ini merupakan ajang adu inovasi antar sekolah dari berbagai daerah di Indonesia di bidang STEAM yang terbagi ke dalam beberapa jenjang pendidikan.
Sebagai bagian dari rangkaian STEAM Expo 2026 yang digelar di Sampoerna Academy L’Avenue, kompetisi ini turut menghadirkan kolaborasi strategis bersama Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) untuk membangun ekosistem pembelajaran yang menjembatani dunia pendidikan dengan komunitas ilmuwan dan peneliti.
Sampoerna Acadeny STEAM Inter-School Competition 2026 merupakan pengembangan dari rangkaian STEAM Expo yang secara konsisten diselenggarakan setiap tahun sebagai ruang apresiasi dan eksplorasi inovasi siswa. Program ini menghadirkan kompetisi antar sekolah dari berbagai daerah di Indonesia untuk beradu kreativitas dan inovasi di bidang STEAM.
Melalui inisiatif ini, Sampoerna Academy memperluas akses bagi sekolah dan siswa di seluruh Indonesia untuk terlibat dalam pengalaman pembelajaran yang aplikatif, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dirancang sebagai wadah lahirnya solusi kreatif atas berbagai tantangan nyata, STEAM Inter-School Competition 2026 mendorong peserta untuk mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika dalam proses pembelajaran yang holistik. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir, mengasah kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, serta kolaborasi sebagai keterampilan esensial yang dibutuhkan untuk bersaing dan berkontribusi di era global yang dinamis.
Principal of Sampoerna Academy L’Avenue, Piero Botha, mengatakan, melalui STEAM Inter-School Competition 2026, ingin mendorong siswa untuk tidak hanya menjadi pembelajar, tetapi juga pencipta solusi. Tema ‘Inventing Tomorrow’ mencerminkan komitmen kami untuk menumbuhkan generasi yang berani bereksperimen, berpikir kritis, dan menghadirkan inovasi yang relevan bagi masa depan Indonesia.
“Kolaborasi bersama ALMI semakin memperkaya pengalaman ini dengan menghadirkan perspektif ilmiah yang autentik bagi para siswa,” ujarnya dalam siaran pers diterima di Medan, Jumat (13/3).
Mengusung tema “Inventing Tomorrow”, kompetisi ini selaras dengan visi Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) dalam mendorong kemajuan riset dan inovasi nasional, sekaligus berkontribusi pada terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global. Keterlibatan ALMI, baik sebagai mitra strategis maupun dewan juri, semakin memperkuat kualitas penyelenggaraan kompetisi serta memastikan bahwa setiap inovasi yang dihadirkan siswa relevan dengan tantangan dan kebutuhan masa depan.
Melalui sinergi ini, kompetisi tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga ruang pembelajaran yang menghadirkan perspektif ilmiah dan pendekatan berbasis riset secara langsung dari para ilmuwan muda Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjembatani dunia pendidikan dengan komunitas peneliti, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap sains dan inovasi sebagai fondasi penting dalam pembangunan masa depan Indonesia.
Prasanti Widyasih Sarli, perwakilan ALMI, menegaskan komitmen ALMI untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang membuka ruang bagi generasi muda untuk tumbuh dalam sains dan inovasi.
“Kami melihat penyelenggaraan rangkaian kegiatan STEAM Expo sebagai inisiatif strategis dalam membangun ekosistem sains sejak dini. Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang yang mampu menghadirkan sains dan teknologi secara menarik, kontekstual, dan relevan bagi generasi muda,” ucapnya.
“Kolaborasi lintas institusi seperti ini menjadi kunci agar talenta sains dapat berkembang dalam lingkungan yang suportif dan berkelanjutan. Kami berharap sinergi ini terus diperkuat sehingga semakin banyak anak Indonesia yang percaya diri untuk berinovasi dan berkontribusi bagi masa depan bangsa. ALMI siap berperan sebagai mitra dalam memperkuat jejaring, menghadirkan inspirasi dari para ilmuwan muda, serta mendorong integrasi antara pendidikan, riset, dan kebutuhan masyarakat,” tambah Prasanti.
Sebanyak 123 karya berhasil diterima dalam STEAM Inter-School Competition 2026. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, terpilih 31 finalis terbaik yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu Primary School (Grade 5–6), Middle School (Grade 7–9), dan High School (Grade 10–12). Para finalis berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Medan, Pekanbaru, Sidoarjo, Malang, hingga Palembang.
Tiga pemenang terbaik dari masing-masing kategori akan membawa pulang medali, sertifikat, serta hadiah uang tunai dengan total jutaan rupiah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kreativitas, dan solusi inovatif yang mereka hadirkan.
“Kami bangga melihat semangat inovasi yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ini membuktikan bahwa potensi generasi muda kita sangat besar. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka memiliki akses, bimbingan, dan ekosistem yang tepat untuk terus berkembang dan membawa Indonesia menjadi bangsa yang unggul di bidang sains dan teknologi. Kami percaya, ketika siswa diberi kesempatan untuk bereksplorasi dan diuji dengan standar yang tinggi, mereka akan tumbuh menjadi inovator yang siap menjawab tantangan masa depan,” tutup Piero.
Pemenang STEAM inter school Competition 2026:
Primary School
● Juara I: Amphibious Vehicle – Sampoerna Academy Medan
● Juara II: Rain Sensor – Sampoerna Academy L’Avenue
● Juara III: Bio-C Brawijaya Smart Bio-Chamber Activating Soil Microbes to Reduce Plastic Strength for a Sustainable Tomorrow – SD Brawijaya Smart School
Middle School
● Juara I: Power Mats – Sampoerna Academy Surabaya
● Juara II: Solar Powered Weather Monitor – Sekolah Victory Plus
● Juara III: Eco Sort: Trash Bin for Automatic Waste Sorting – Sekolah Bogor Raya
Secondary School
● Juara I: Effectiveness of Essential Oil from Orange Peel (Citrus Sinensis) Against One of the Beef Spoiling Bacteria (Pseudomonas Aeruginosa) – SMA Bumi Cendekia Yogyakarta
● Juara II: KD-01: Portable Kidney Failure Detector Device Through Ammonia, Acetone from the Breath, and Tongue Imagery Using Machine Learning – SMA 1 Bogor
● Juara III: Development of Minrva AI as a MediaPipe-YOLOv8-Based Computer Vision System for Real-Time Learning Concentration Monitoring – SMAK 1 BPK Penabur Bandung (rel)











