Polisi Didesak Segera Berantas Judi, Narkoba Dan Galian C Ilegal Di Pancurbatu

  • Bagikan
RATUSAN warga Desa Durin Simbelang membawa sejumlah poster yang bertuliskan berantas judi dan Narkoba, tutup usaha galian C yang marak di Pancurbatu saat melakukan aksi demo di depan Mako Polrestabes Medan, Rabu (6/3). Waspada/Andi Aria Tirtayasa
RATUSAN warga Desa Durin Simbelang membawa sejumlah poster yang bertuliskan berantas judi dan Narkoba, tutup usaha galian C yang marak di Pancurbatu saat melakukan aksi demo di depan Mako Polrestabes Medan, Rabu (6/3). Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Ratusan warga masyarakat yang didominasi kaum ibu dari Desa Durin Simbelang, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pancurbatu mendesak pihak Kepolisian segera memberantas segala bentuk perjudian, peredaran Narkoba dan lokasi galian C ilegal yang saat ini sangat meresahkan warga Kecamatan Pancurbatu.

“Kami meminta Kapolrestabes Medan segera menutup semua lokasi perjudian sekaligus menangkap para bandar judi dan bandar Narkoba yang banyak berkeliaran di Kecamatan Pancurbatu,” ujar seorang pengunjuk rasa saat melakukan aksi demo di depan markas Polrestabes Medan, Rabu (6/3).

Selain itu, tambah warga, mereka juga meminta pihak Kepolisian menutup lokasi-lokasi galian C ilegal yang selama ini tidak pernah ditindak atau ditangkap.

“Kami juga meminta agar pihak Kepolisian segera membebaskan tokoh masyarakat bernama Diamanta Sembiring segera dibebaskan, karena diduga menjadi korban kriminalisasi, sehingga saat ini ditahan di Polrestabes Medan,” teriak koordinasi aksi Aliansi Masyarakat Pancurbatu Irvan JM Simatupang dalam orasinya.

Irvan mengaku, saat ini terjadi teror – meneror warga Pancurbatu. Yang mana untuk tidur di rumah sendiri saja sudah takut.

Apalagi adanya warga Pancurbatu yang diculik oleh sekelompok preman, sehingga mengakibatkan korban Candra Bukit alias Enol saat ini dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit dan keluarga korban telah melaporkan kasus ini ke Polsek Pancurbatu.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Teddy John Sahala Marbun Telah menerima 5 orang perwakilan dari warga Pancur Batu yang melakukan aksi demo di Mapolrestabes Medan untuk membahas permasalahan yang terjadi kepada Diamanta Sembiring.

Hasilnya, para terduga pelaku yang terlibat dalam aksi kerusuhan di Pancurbatu tetap akan diproses secara hukum.

Dalam aksi itu, kordinator aksi membacakan Empat tuntutan warga.
“Tutup segala bentuk perjudian dan tangkap bandar judi yang ada di wilayah Pancurbatu. Tangkap bandar Narkoba yang ada di wilayah Pancurbatu. Tutup usaha galian C dan bebaskan tokoh masyarakat Diamanta Sembiring yang diduga dikriminalisasi,” ujar Irvan aat membacakan tuntutan aksi.

Penyakit Masyarakat

Warga lainnya menambahkan, sudah bertahun-tahun penyakit masyarakat yang ada di Kecamatan Pancurbatu berupa perjudian, Narkoba dan banyaknya usaha galian C ilegal yang sangat meresahkan masyarakat dan adanya upaya kriminalisasi terhadap tokoh masyarakat yang diduga menjadi korban kriminalisasi dan saat ini ditahan di Polrestabes Medan.

“Sampai sekarang belum terlihat tindakan tegas dari pihak Kepolisian untuk memberantas segala bentuk perjudian, peredaran Narkoba dan galian C ilegal sehingga acap terjadi aksi-aksi kriminal sebagai dampak dari bebasnya perjudian, peredaran Narkoba dan galian C ilegal,” ujar Komprominta Sembiring, warga Kecamatan Pancurbatu.

Dijelaskan Sembiring, tokoh masyarakat Diamanta Sembiring selama ini mengayomi warga dan kami tidak tau apa dasarnya pihak Kepolisian menangkap dan menahan Diamanta Sembiring, padahal desa kami yang diserang kelompok preman yang menggunakan senjata api.

“Bahkan ada warga kami yang dibacok dan ditembak dan hingga saat ini dirawat di Rumah Sakit H Adam Malik,” ujar Sembiring.

Usai melakukan aksinya, ratusan warga Desa Durin Simbelang membubarkan diri dengan tertib.(m27)

  • Bagikan