Rekap Hasil Pemilu Nisel Di Medan Ricuh

  • Bagikan
Rekap Hasil Pemilu Nisel Di Medan Ricuh

MEDAN (Waspada): Proses Rekapitulasi hasil Pemilu asal Kabupaten Nias Selatan yang berlangsung di Le Polonia Hotel Medan, Senin (11/3) malam, ricuh.

Kericuhan ini di picu dikarenakan adanya ketidaksesuaian data dari masing-masing saksi dengan data yang dimiliki oleh KPU Kabupaten Nias Selatan.

Disebabkan tidak adanya titik temu dari masing-masing saksi dan Komisioner KPU Kabupaten Nias Selatan, oleh Ketua KPU Sumut Agus Arifin, proses rekapitulasi untuk Kabupaten Nias Selatan pada Rapat Pleno Terbuka KPU Sumut, terancam dipending.

“Jika tidak ada titik temu terkait soal sinkronisasi data ini, apa perlu proses rekapitulasi ini kita pending, hingga masing-masing pihak memiliki persepsi yang sama tentang hal yang menjadi perdebatan malam ini,” ujar Ketua KPU Sumut Agus Arifin tegas, dikarenakan berlarut-larutnya persoalan yang diperdebatkan pada pihak.

Hal ini tampak jelas, bahwa masing-masing saksi baik dari Partai Politik maupun saksi DPD berkeyakinan, bahwa ada ketidakcocokan soal data yang mereka miliki dengan rekap hasil oleh KPU Kabupaten Nias Selatan.

“Kami mohon kepada pimpinan sidang untuk berlaku objektif atas ketidak sesuaian data yang kami miliki dengan hasil rekap yang disampaikan oleh KPU Kabupaten Nias Selatan, agar semuanya jelas dan tidak ada hal yang perlu disembunyikan, maka mari kita hitung bersama hasil yang ada di kotak suara, biar semuanya jelas dan agar tidak ada unsur manipulatif soal data yang sebenarnya,” ujar salah seorang saksi DPD saat rapat pleno terbuka KPU Sumut malam itu.

Argumentasi yang disampaikan masing-masing peserta, membuat jalannya sidang pleno terbuka sedikit terhenti.

“Kami berharap, KPU Sumut tegas untuk menentukan sikap, agar forum ini tidak menjadi liar, biar semua yang kami sampaikan menjadi jelas dan ada solusi atas ketidak sesuaian data yang di sampaikan KPU Nias Selatan,” ujar para saksi yang lainnya.

Perdebatan ini awalnya di picu terkait adanya kejanggalan yang terjadi di Kabupaten Nias Selatan, telah terjadi kejanggalan di lima Kecamatan dan ditemukan adanya tiga macam D Hasil Kecamatan yang berbeda, di lima Kecamatan Kabupaten Nias Selatan, KPU Nias Selatan beralasan ini bagian upaya mencegah permainan yang dilakukan di berbagai Kecamatan, namun Bawaslu Nias Selatan menyatakan tidak dilibatkan dalam Perubahan D Hasil Kecamatan yang di sahkan KPU Nias Selatan.

Tingginya dinamika yang terjadi di forum Rapat Pleno Terbuka KPU Sumut, membuat salah seorang anggota Bawaslu Sumatera Utara meminta kepada KPU Sumatera Utara untuk membawa seluruh kotak suara di buka dan dihitung bersama sama di dalam forum.

“Agar semuanya jelas, maka kami meminta agar seluruh kotak suara dari Kabupaten Nias Selatan agar dibuka dan disaksikan peserta Rapat Rekapitulasi Perhitungan Suara dalam Rapat Pleno Terbuka KPU Sumatera Utara, biar semuanya terang benderang dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan,”ujar salah seorang anggota Bawaslu Sumut. (m29)

Waspada/Ist
Suasana rapat pleno KPU Sumut di Le Polonia Medan, Senin (11/3) malam.

  • Bagikan