MEDAN (Waspada.id): Nasib naas menimpa, AA, seorang bocah berusia, 4 tahun yang terkena peluru nyasar di antara bagian pelipis dan kelopak mata, akibat tawuran yang terjadi di daerah Belawan pada, Senin (5/1/2) kemarin.
Ibu korban bernama, Romansa Capriati Siregar yang memutuskan membawa anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi Medan untuk mendapatkan penanganan di saat hari kejadian tersebut.
“Sempat saya bawa ke klinik, namun di sarankan bawa ke rumah sakit saja. Makanya saya putuskan bawa ke RSUD Pirngadi dan tiba saat Senin malam itu juga setelah kejadian,” ujarnya kepada Rabu (7/1).
Dijelaskan Romansa, anaknya tidak dapat mengklaim layanan BPJS Kesehatan, hal itu dijelaskan pihak RSUD Pirngadi Medan karena Asmi Anggraini ialah korban tawuran yang tidak dapat di klaim BPJS Kesehatan.
“Namun mereka memberikan kami keringanan dengan menyarankan untuk mengurus surat keterangan miskin atau kurang mampu di kelurahan. Alhamdulilah anak kami pun diberikan penangan,” tuturnya.
Romansa pun turut menyampaikan terima kasihnya kepada Rumah Sakit Pemerintah Kota Medan tersebut, yang sudah memberikan pelayanan terbaik dan membantu anaknya agar dapat ditangani sementara.
“Dari awal sampai hingga kemarin itu memang kami dilayani dengan baik, mulai dari prosedur Roto Rontgen, CT-Scan, obat-obatan, hingga dokter dan intinya semua ngasih pelayanan terbaik ke kami,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Gibson Girsang mengatakan penanganan yang diberikan pihaknya mulai dari obat, antibiotik, bahkan CT-Scan.
“Kami juga memberikan kamar kelas satu di anggrek dua nomor 10 bagi korban penembakan ini. Kami meminta hanya surat keterangan tidak mampu dari kelurahan, untuk si korban agar dapat segera ditangani juga,” katanya.
Dirinya pun menjelaskan sebab tidak dapat memberikan penanganan lebih lanjut, lantaran RSUD Pirngadi tidak memiliki dokter bedah mata dan mengharuskan dirujuk ke rumah sakit lainnya. (Id20)











