Medan

S2 Bahasa Inggris USU Dampingi Penulisan Buku Ajar Di Pesantren Darul Arafah Raya

S2 Bahasa Inggris USU Dampingi Penulisan Buku Ajar Di Pesantren Darul Arafah Raya
Tim S2 Bahasa Inggris USU ssat melakukan pendampingan penulisan Buku Ajar Di Pesantren Darul Arafah Raya. Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id) : Sinergi antara dunia akademisi dan institusi pendidikan berbasis agama terus diperkuat guna meningkatkan kualitas literasi bahasa internasional. Hal ini dibuktikan oleh Program Studi Magister (S2) Bahasa Inggris Universitas Sumatera Utara (USU) yang melaksanakan pendampingan intensif penulisan buku bahan ajar bahasa Inggris di Pesantren Darul Arafah Raya, Deli Serdang, Kamis (12/2).


Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pengabdian masyarakat untuk menjawab tantangan kebutuhan materi pembelajaran yang lebih spesifik dan kontekstual bagi santri. Tim ahli dari S2 Bahasa Inggris USU, yang terdiri dari Rahmadsyah Rangkuti, Ph.D. dan Dian Marisha, M.Hum., turun langsung memberikan arahan teknis kepada jajaran guru pengajar bahasa Inggris di pesantren tersebut.
Hadir menyambut tim pendamping, Ketua Yayasan Pesantren Darul Arafah Raya, Dr. Harun Lubis, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah langkah strategis untuk memodernisasi perangkat pembelajaran di lingkungannya. Proses pendampingan ini mencakup lima poin fundamental yang akan menjadi kerangka utama buku ajar tersebut.
Pertama, tim berfokus pada standarisasi format buku agar sesuai dengan kaidah desain instruksional modern. Kedua, dilakukan pemetaan konten materi yang disesuaikan secara spesifik untuk setiap tingkatan kelas. Ketiga, penyusunan isi buku diatur secara sistematis berdasarkan gradasi tingkat kesulitan (scaffolding) agar proses pemahaman santri berjalan lebih efektif dan terukur.
Poin keempat yang menjadi keunggulan buku ini adalah integrasi antara kurikulum nasional dengan kandungan lokal. Artinya, santri akan belajar bahasa Inggris melalui narasi yang tetap bersentuhan dengan nilai-nilai pesantren dan kearifan lokal. Terakhir, buku ini juga akan menyertakan ulasan dasar mengenai sastra Inggris dan perkembangannya untuk memperluas cakrawala berpikir santri.
Rahmadsyah Rangkuti menjelaskan bahwa penyusunan buku ini bertujuan agar santri tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman intelektual dalam berbahasa.
“Kami merancang buku ini agar para santri memiliki fondasi yang kuat. Tidak hanya soal tata bahasa atau kosakata, tetapi mereka juga diberikan penjelasan dasar tentang sastra Inggris dan perkembangannya. Dengan begitu, mereka dapat memahami bahasa Inggris sebagai sebuah produk kebudayaan dan media berpikir kritis, bukan sekadar alat komunikasi,” ujar Rahmadsyah di sela-sela kegiatan.
Sementara itu, Dr. Harun Lubis mengapresiasi bantuan teknis yang diberikan oleh para akademisi USU. Menurutnya, buku ajar yang lahir dari hasil pendampingan ini akan memberikan warna baru bagi kurikulum pesantren.
“Kerja sama ini sangat berharga bagi kami. Melalui pendampingan ini, kami ingin memastikan bahwa buku ajar yang digunakan santri mampu menyesuaikan kurikulum nasional namun tetap memuat kandungan lokal yang menjadi ciri khas pesantren. Kami ingin santri Darul Arafah mampu berbicara di kancah global tanpa kehilangan jati diri sebagai seorang Muslim yang berakar pada nilai-nilai pesantren,” ungkap Dr. Harun.
Proses finalisasi buku ini akan terus dikawal oleh tim S2 Bahasa Inggris USU hingga siap naik cetak. Rencananya, buku bahan ajar baru ini akan resmi digunakan sebagai pegangan wajib bagi guru dan santri di seluruh tingkatan pada tahun ajaran baru mendatang.( wsp.id)


Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE