Sejumlah Serikat Pekerja/Buruh Di Sumut Deklarasi Pemilu Damai

  • Bagikan
Sejumlah Serikat Pekerja/Buruh Di Sumut Deklarasi Pemilu Damai

MEDAN (Waspada) : Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi, sejumlah Serikat Pekerja/Serikat Buruh di Sumatera Utara (Sumut) menggelar deklarasi Pemilu Damai dan Do’a Untuk Negeri, agar gelaran Pemilu 2024 berlangsung dengan aman, damai dan sejuk.

Seratusan buruh perwakilan Serikat Pekerja/Serikat Buruh, di antaranya KSPSI AGN, Serikat Nelayan NU SPSI AGN, SEBUNI, FSBSI – KSBSI, KSBI 92, SARBUKSI, PPMI SPSI AGN, FSP NIBA SPSI AGN, SB LOMENIK, dan Serikat Pekerja Muslim Indonesia, berkumpul di D’Hall Jalan Sakti Lubis Medan, menyatakan kebulatan tekad bersama, pada Rabu, 27 Desember 2023.

Ketua Panitia Deklarasi Damai dan Do’a Untuk Negeri, Tengku Muhammad Yusuf menyatakan, menjaga pemilu agar berlangsung damai dan sejuk adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa termasuk kaum buruh/kaum pekerja.

“Mungkin kita telah memiliki pilihan masing-masing baik untuk Pilpres maupun Pileg, tapi hari ini kita berkumpul bersama dan menyatu untuk menyuarakan kepentingan bersama yakni kesejahteraan bagi kaum buruh. Dan itu akan bisa tercapai jika pesta demokrasi berjalan dengan aman, damai,” kata T. M. Yusuf.

Ketua KSPSI AGN Sumut ini juga mengatakan, dengan pemilu yang aman dan damai, diharapkan akan lahir pemimpin yang berkualitas, pemimpin yang pro terhadap kepentingan rakyat, kepentingan kaum buruh.

Hadir dalam acara deklarasi Pemilu Damai ini perwakilan Polda Sumut, Pangdam I/BB yang diwakili Komandan Kaveleri Asam Kumbang, Pj Gubernur Sumut yang diwakili Kepala UPT Disnaker Sumut Makmur Tinambunan, serta ketua-ketua Serikat Pekerja/Serikat Buruh se Sumut.

Ada 4 poin isi deklarasi Pemilu Damai yang dikrarkan secara bersama-sama oleh Ketua-Ketua Serikat Pekerja/Serikat Buruh, yakni :

  1. Siap melaksanakan Pemilu 2024 yang damai dan sejuk untuk mewujudkan demokrasi yang bermartabat.
  2. Siap menaati dan mematuhi segala bentuk peraturan dan ketentuan yang berlaku, serta menyelesaikan permasalahan Pemilu tahun 2024 sesuai dengan koridor hukum.
  3. Siap menolak upaya yang membuat perpecahan di masyarakat dan menghindari kegiatan yang provokatif, menghasut, ujaran kebencian, serta tidak menggunakan isu SARA dalam pelaksanaan Pemilu 2024.
  4. Siap menciptakan kondisi dan situasi tetap sejuk di wilayah Sumatera Utara serta terus bersinergi dengan TNI/Polri dalam upaya menjaga stabilitas keamanan.

Deklarasi Pemilu Damai ini juga diisi dengan Talk Show, menghadirkan dua narasumber, yakni akademisi Dr M. Husni Ritonga MAg dan praktisi hukum Irfan Mawi SH MH.

Dr M Husni Ritonga dalam paparannya menyatakan bahwa Pemilu dilaksanakan selama 5 tahun sekali bertujuan untuk memilih calon pemimpin bangsa baik presiden dan wakil presiden, kepala daerah maupun anggota legislatif.

“Dalam negara demokrasi, kedaulatan itu ada di tangan rakyat. Dan Pemilu adalah sarana yang demokratis bagi rakyat selaku pemegang kedaulatan untuk memberikan mandatnya kepada calon pemimpin yang ia percaya dan kehendaki untuk memimpin selama 5 tahun,” kata M Husni lagi.

Sedangkan praktisi hukum Irfan Mawi mengatakan bahwa Pemilu dilaksanakan oleh negara-negara yang mengakui bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat, dan rakyatlah yang berkehendak untuk memilih dan memberhentikan pemimpinnya.

“Melalui Pemilu, rakyat menyerahkan mandatnya kepada pemimpin yang mereka percayai. Dan pemimpin yang terpilih melalui Pemilu memiliki legitimasi hukum untuk memimpin, mengatur tata kelola pemerintahan dan membuat berbagai kebijakan,” katanya.

Kedua narasumber ini bersepakat, untuk menghadirkan Pemilu yang berkualitas, maka pemilu harus dilaksanakan secara langsung, umum bebas dan rahasia (luber) serta jujur dan adil (jurdil). Selain itu, pemilu juga harus berlangaung secara aman dan damai, karenanya peran semua pihak diperlukan, tak terkecuali kaum buruh. (hs)

  • Bagikan