MEDAN (Waspada.id): Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana S.Kom., CRMO melakukan kunjungan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) UMSU yang telah beroperasi sejak 8 Januari 2026.
Kunjungan ini dilakukan di Kampus Terpadu UMSU di Jalan Dwikora, Pasar VI, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Kamis (15/1).
Dapur SPPG UMSU ini merupakan dapur pertama Muhammadiayah yang beroperasi di Sumatera Utara dengan jumlah relawan sebanyak 47 orang. Setiap harinya memproduksi lebih dari 1.200 Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk sekolah-sekolah di daerah Deliserdang.
Direktur Pemberdayaan BGN, Tengku Syahdana menyampaikan bahwa operasional SPPG UMSU telah berjalan dengan baik dan berharap terus ditingkatkan dalam waktu dekat. “
“Menunya sudah bagus dan semua bahan baku juga dari UMKM sesuai arahan Presiden, ini harus mengutamakan UMKM lokal. Di sini juga sudah merekrut masyarakat sekitar, dan kebermanfaatan SPPG ini sudah terlihat. Ini menjadi hal yang sangat menarik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Direktur juga mengapresiasi ekosistem rantai pasok berkelanjutan yang dikelola UMSU termasuk dari sektor pertanian.
“Saya dengar, Minggu depan buahnya kelengkeng hasil pertanian UMSU. Ini bagus untuk menciptakan ekosistem. Mudah-mudahan bisa terwujud ekosistem yang bagus terkait supply chain. Nantinya produk pertanian di sini sebagian bisa diekspor ke SPPG lain,” katanya.
Dia menegaskan bahwa program MBG harus mampu menggerakkan seluruh ekosistem ekonomi, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga pertumbuhan UMKM di sekitar. Selain dampak ekonomi, respons positif juga datang dari para siswa penerima manfaat Bantuan Gizi (MBG) yang diproduksi SPPG UMSU.
“Tanggapan siswa sangat positif terhadap MBG. Angka kebutuhan gizi adalah yang paling utama. Jika sudah terpenuhi, maka akan terhindar dari stunting,” ungkap Tengku Syahdana setelah membaca testimoni para siswa.
Direktur Pemberdayaan BGN itu juga berharap kedepannya dapur SPPG UMSU mendapatkan sertifikat SLHS, BPJS Ketenagakerjaan, dan pelatihan untuk para relawan.
Sementara itu, Wakil Rektor II UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas beroperasinya SPPG Muhammadiyah pertama di Sumatera Utara tersebut.
Menurutnya, keberadaan SPPG UMSU telah lama dinantikan oleh masyarakat, bahkan sebelum resmi beroperasi sudah banyak sekolah yang meminta pasokan MBG.
“Ketika kami membangun, sudah didatangi sekolah-sekolah yang minta disuplai MBG dari dapur kami. Program ini sangat bagus dan mulia, semoga terus berlanjut,” kata Prof. Akrim.
Turut hadir Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. Wan Arfiani Barus, M.P beserta Wakil Dekan dan Para Dosen, SPPI Dapur UMSU Muhammad Haris, Kepala Dapur Jaka dan jajaran dari Badan Gizi Nasional. (rel)










