MEDAN (Waspada.id): Pimpinan Pondok Pesantren Jabal Noor, KH. Zulfikar Hajar, Lc, bersilaturahmi bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Dr H Hasan Matsum, MAg dan pengurus lainnya hasil Musyawarah Daerah (Musda) IX tahun periode 2026-2031, yakni Sekretaris Umum, Dr. H. M. Amar Adly, LC, MA; Bendahara Umum, Prof. Dr. Watni Marpaung, MA dan Ketua Komisi Fatwa, Dr. Imam Yazid, MA, Selasa (26/1) di Pesantran Jabal Noor Jalan Sei Mencirim.
Pertemuan silaturahmi yang penuh keakraban itu diawali dengan makan siang bersama dan berkeliling pembangunan menara Masjid di kompleks Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Jabal Noor. Pesantren yang telah berusia sekitar 13 tahun tersebut seluas 2 hektar ini, terdapat Sekolah Islam Terpadu Jabal Noor yang mengelola taman kanak-kanak, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), Sekolah Menengah Pertama (SMPIT) dan Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) dengan total ada 1500 siswa.
Dikatakan Hasan Matsum, pertemuan silaturahmi ini sebagai rasa syukur telah suksesnya Musda IX MUI Kota Medan yang digelar pada 10 Januari 2026 kemarin, serta diperlukan masukan dan ide-ide dalam penyusunan program kerja strategis MUI Kota Medan periode 2026-2031.
“Silaturahmi ini sebagai sharing program strategis MUI Medan. Seperti tadi kita bincangkan harus adanya pelatihan perawat yang melakukan tahapan tindakan medis berbasis syariah. Ini bisa menjadi gagasan program yang kita tuangkan untuk
diusulkan ke walikota medan,” ucap Hasan Matsum.
Selain itu, dari gagasan KH Zulfikar agar nantinya juga diusulkan Mushalla di Taman Beringin Medan dirubah menjadi masjid. Sehingga memudahkan bagi pekerja di kawasan tersebut untuk melaksanakan ibadah shalat Jumat.
“Ada juga usulan agar Mushalla di Hotel Soechi untuk diperbaiki karena bisa digunakan beribadah bagi pekerja sekitar Pajak Hongkong. Jadi semua usulan ini akan kita masukkan dalam program kerja yang nantinya disampaikan ke Walikota. MUI Medan akan tetap menjadi Khadimul Ummah (Pelayan Umat) dan Shodiqul Umara/Hukumah (Mitra Pemerintah) untuk mewujudkan Islam Rahmatan lil Alamin,” jelas Hasan Matsum.
Sementara KH Zulfikar Hajar didampingi istri Hj Hj Siti Maduroh Lc, mengucapkan rasa syukurnya atas kunjungan silaturahmi pengurus MUI Kota Medan. “Semoga ide-ide kita nantinya dapat didengar Walikota Medan. Pemerintah wajib mendengar ulama yang memiliki kepentingan untuk umat. Karena kalau sinergi antara ulama dengan pemerintah itu baik, maka baik pula lah negara ini,” tuturnya. (Rel)










