Soal Dokter Lakukan Somasi, Direktur RSUD dr Pirngadi Medan Bilang Ada Salah Persepsi

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Medan dr Syamsul Arifin Nasution SpOG belum mau menjelaskan lebih rinci kronologis sebenarnya terkait dokter yang akan mensomasi dirinya.

Namun pada umumnya, ia mengatakan dokter yang memberikan pelayanan memang harus dilakukan pemeriksaan kesehatan jiwa (MMPI).

“Kita bukan menuduh dr M Ramadhani SpP gangguan jiwa, sudah salah persepsi itu,” kata dr Syamsul Nasution saat dikonfirmasi.

Ia mengakui ada kesalahan yang dilakukan oleh dr Ramadhani di media sosial. Oleh sebab itu, komite medis rumah sakit komplain dan menegurnya.

“Saya belum mau berkomentar lebih jauh karena pernyataan dari dr Ramadhani di luar rumah sakit belum saya ketahui,” ujarnya.

Saat didesak kesalahan dr Ramadhani di media sosial, ia enggan memberitahukan. “Nanti saja itu, sabar ya,. Sebenarnya ini masalah intern, untuk apanya dibawa keluar rumah sakit,” tegasnya.

Sementara itu, berita yang beredar Direktur Umum (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pingadi Medan,Dr.Syamsul Arifin Nasution, SpOG disomasi atau digugat salah seorang bawahannya ,Dr.Mohammad Ramadhani Soeroso, SpP. Sebab Dirut Syamsul Arifin menuduh Mohammad Ramadhani mengalami gangguan kejiwaan.

“Atas nama klien rekan kami dokter, kami meminta klarifikasi apa maksud bapak Dirut RSUD Pirngadi Medan menyatakan saudara Mohammad Ramadhani Soeroso mengalami gangguan kejiwaan. Apalagi pernyataan tersebut disampaikan direktur secara tertulis dan disebarkannya ke kalangan internal RSUD Pirngadi Medan,”kata Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumut, HM Nezar Djoely dalam siaran persnya di de empat belas coffe Jalan Armada Meda, Senin (14/2).

Pernyataan itu disampaikan Nezar Djoeli saat membuka keterangan pers di de empat belas kafe Jalan Armada Medan, Senin (14/2). Pertemuan itu dihadiri Moh.Ramadhani Soeroso dan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PSI Sumut, Rio Darmawan Surbakti dan pengurus lainnya.

Dijelaskan, Moh.Ramadhanj Soeroso merupakan anak dari Prof.Dr Soeroso yang juga speasialis penyakit paru. Saat ini Moh.Ramadhani Soeroso merupakan staf medis fungsional (SMF) spesialis paru di RSUD Dr Pirngadi Medan.

“Sampai saat ini suda hampir satu bulan tidak bekerja akibat adanya surat tersebut, yang melarang saya menangani pasien rawat jalan, rawat inap maupun mendidik para peserta didik atau coas,”kata Moh.Ramadhani.

Dia mengaku sangat terpukul dan terhina akibat surat dikeluarkan oleh direktur RSUD Pirngadi Medan, yang juga disebarluaskannya hampir di setiap bidang dan ruangan di rumah sakit itu. “Saat ini saya merasa terhina, apalagi ini juga menyangkut keluarga besar kami yakni dokter Soeroso. Sebab ini juga meusak nama keluarga besar kami baik yang di Medan, Jakarta dan lainnya,”katanya

Sebab, dia menegaskan, sampai saat ini dirinya dalam kondisi sehat walafiat, sadar dan tidak mengalami gangguan kejiwaan sedikitpun. Begitu juga sebagaiamana yang dimintakan direktur kepada saya agar melakukan pemeriksaanMMPI (Minesota Mukti Phasie Personality Inventory) atau semacam psikotest.

“Saya sudah melakukan test MMPI atau test kepribadian di RS USU, yang hasilnya saya diputuskan dalam kondisi normal dan baik-baik saja. Ada kesalahan dilakukan oleh direktur, dimana MMPI merupakan test kepribadian bukan gangguan kejiwaan, jadi saya pertanyakan apa maksud dan dasarnya direktur memvonis saya harus melakukan pemeriksaan gangguan kejiwaan,”tegasnya.

Sementara itu, Ketua LBH DPW PSI Sumut, Rio Darmawan Surbakti menyatakan pihaknya segera melayangkan somasi atau gugatan kepada Dirut RSUD Dr Pirngadi Medan. “Somasi akan segera kita layangkan ke Dirut RSUD Pirngadi Medan, dengan tembusannya ke sejumlah instansi khususnya Walikota Medan, bapak Bobby Nasution,”katanya

Sebelumnya, Dirut RSUD Dr Pirngadi Medan, Dr.Syamsul Arifin Nasution, Sp.OG melayangkan surat ke Moh.Ramadhani dan ditembuskannya hampir keseluruh internal rumah sakit tersebut. Surat itu yakni Nomor 445/247/W.PELMED/2022, sifat Penting dengan Perihal Penghentian Sementara Pelayanan Dokter.

Adapun isi atau bunyi surat itu yakni: ” Dalam rangka kepentingan pelayanan terkait dengan permohonan pemeriksaan kesehatan jiwa (MMPI) saudara ke RS Universitas Sumatera Utara dan menunggu hasil pemeriksaan tersebut diserahkan kepada RSUD Dr Pirngadi Kota Medan, untuk sementara saudara tidak diperkenankan memberikan pelayanan kepada pasien rawat jalan dan rawat inap serta melaksanakan pendidikan kepada peserta didik di RSUD Dr.Pirngadi Kota Medan”.

“Untuk kepentingan pelayanan Ka KSM Paru supaya menyesuaikan jadwal tugas anggota KSM Paru agar tidak menjadi kendala dalam memberikan pelayan,” demikian bunyi isi surat yang langsung diteken Syamsul Arifin Nasution. (cbud)

Teks foto

Teks: Situasi konferensi pers yang digelar dokter Ramadhani (rambut pirang) pada Senin (14/2). Waspada/ist

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *