Srikandi Ganjar Dorong Peran Perempuan Milenial, Rawat Eksistensi Kuliner Tradisional Khas Suku Pakpak

  • Bagikan

Pakpak Bharat (Waspada): Keberagaman suku, agama, ras, budaya, termasuk kuliner tradisional yang punya cita rasa unik di setiap daerah menjadi simbol kekayaan Indonesia. Sebagai bangsa yang besar, sudah sepatutnya kekayaan Ibu Pertiwi ini dijaga dan dilestarikan.

Oleh karena itu, sukarelawan Srikandi Ganjar Sumatra Utara punya cara asik untuk merawat kuliner tradisional dengan menggelar pelatihan pembuatan Pelleng, yakni makanan khas Suku Pakpak.

Edukasi tersebut diselenggarakan di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumut, Kamis (19/10/23) menyasar perempuan milenial dan masyarakat setempat.

Bendahara Srikandi Ganjar Wilayah Sumut, Bina Safrina mengungkapkan kaum milenial khususnya perempuan adalah aktor utama untuk tetap menjaga eksistensi keberagaman kuliner khas daerah.

Pelleng ini biasanya tidak disajikan setiap hari. Namun, hanya saat kegiatan penting misalnya acara adat, pesta, festival budaya hingga untuk tamu istimewa.

“Makanan ini tuh disajikan untuk acara syukuran atau acara-acara misalnya anaknya mau diberangkatkan kuliah atau merantau agar mereka ingat kembali dengan kampung halamannya,” kata Bina di lokasi.
Pelleng terbuat dari nasi yang bertekstur lunak dengan campuran rempah-rempah seperti kunyit, lengkuas, bawang, cabe dan masih banyak lagi.

Setelah mengenalkan, lanjut Bina, Srikandi Ganjar berupaya menumbuhkan semangat, cinta, dan rasa memiliki terhadap kuliner tradisional sebagai identitas daerah pada generasi milenial.

Makanan ini juga memiliki nilai historis bagi suku Pakpak. Dulunya Pelleng disajikan suku Pakpak kepada para prajurit yang akan pergi ke medan perang.

Konon, pelleng ini dipercaya mampu memberikan tambahan asupan energi bagi prajurit.

“Masakan di acara ini tuh dibuat agar Milenial itu mengingat lagi masakan-masakan khas daerah. Kami generasi yang akan datang ini sangat penting untuk melestarikan makanan-makanan khas daerah, (karena) semakin majunya zaman kami tuh, (dikhawatirkan) semakin ketinggalan sama makanan-makanan tradisional, (akhirnya) kita lupa,” ungkap dia.

Bina menegaskan, kegiatan ini terinspirasi dari figur Ganjar Pranowo yang memang suka kulineran serta gencar melakukan upaya pelestarian tentang keberagaman suku, budaya, adat, dan lainnya.

“Pak Ganjar kan sangat suka ya yang tradisional-tradisional, pak Ganjar sangat antusias sama yang namanya tradisional, karena pak Ganjar sangat suka sama yang tradisional, kita mengembangkan lagi ciri khas-khas yang ada di daerah kita masing-masing,” tukas dia.

Usai pelatihan, Srikandi Ganjar Sumut bersama masyarakat setempat melakukan sesi makan bersama. Kebersamaan yang terjalin menciptakan suasana hangat dan akrab diantara mereka.(Rel)
 

  • Bagikan