Sudah Lima Hari, Pelaku Pembacokan Sadis Di Jl. Selebes Belawan Belum Terungkap

  • Bagikan
Sudah Lima Hari, Pelaku Pembacokan Sadis Di Jl. Selebes Belawan Belum Terungkap

BELAWAN (Waspada): Kasus penyerangan dan pembacokan yang terjadi di Jl. Selebes, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, yang menyebabkan seorang tewas dan seorang lagi kritis, hingga Rabu (10/1) belum terungkap dan pelakunya belum tertangkap.

Lima hari pasca peristiwa pembacokan yakni Jumat (5/1) lalu, hingga Rabu (10/1), para pelaku hingga kini masih berkeliaran meskipun pihak Reskrim Polres Pelabuhan Belawan sedang melakukan penyelidikan.

Korban pembacokan dan penganiayaan sadis bernama Ferdian Samara Nasution ,17, meninggal dunia akibat sejumlah bacokan di sekujur tubuhnya sedangkan temannya Padilah Ambali ,18, mengalami kritis dan masih menjalani perawatan medis.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Janton Silaban ketika dikonfirmasi mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan dan belum berhasil mengungkap sekaligus menangkap para pelaku penyerangan sadis tersebut.

“Para pelakunya belum ada yang ditangkap dan masih melakukan penyelidikan. Mohon doanya ya supaya kasus ini segera terungkap,” ujar AKBP Janton Silaban.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dua pemuda yang sedang nongkrong di Jl. Selebes Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan, Jumat (5/1) sekira pukul 00:00 diserang oleh sekelompok pemuda dengan menggunakan senjata tajam.

Akibat penyerangan tersebut, Ferdian Samara Nasution ,17, tewas luka bacok sedangkan temannya Padilah Ambali ,18, kritis akibat tanganya disabet kelewang hingga nyaris putus.

Kedua korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit TNI AL namun di tengah perjalanan, Ferdian meninggal dunia sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara sedangkan Padilah Ambali dirujuk ke Rumah Sakit H Adam Malik.

Kepala Lingkungan 32 Kelurahan Belawan II, Sugianto menuturkan, pada malam itu korban Perdinan Samara Nasution bersama temannya Padilah Ambali saat itu duduk-duduk di bangku di depan Gang 10 Jl. Selebes. Secara mendadak, kedua korban diserang puluhan pemuda menggunakan senjata tajam berbentuk kelewang dan parang.

“Mengetahui ada serangan, kedua korban melarikan ke dalam Gang 10 namun Ferdian Samara Nasution terjatuh di aspal dan langsung dadanya ditombak hingga tembus ke punggung. Bukan hanya ditombak, korban dibacok dibahagian dada dan dipunggungnya,” terang Kepling.

Melihat Ferdian dibacok, Padilah Ambali berusaha menolong namun Padilah juga ditebas kelewang dan ditangkisnya mengakibatkan tangan kanan nyaris putus.

Oleh warga sekitar yang mengetahui ada bentrok langsung mengangkat korban dan membawa ke RS TNI AL Belawan, namun ditengah perjalanan korban tewas karena darah terus keliar dari dari tubuhnya.

Oleh pihak RS TNI AL Belawan, korban yang tewas dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dioptosi sedangkan Padila Ambali dirujuk ke RS H.Adam Malik Medan untuk menyambung tangannya yang nyaris putus.

Menurut warga setempat, bahwa korban yang tewas tersebut sudah 3 hari ini dicari cari para pelaku karena dendam lama. Naas, malam itu saat kedua korban sedang nongkrong dipinggir Jl. Selebes dikepung oleh para pemuda dari Gang 6 dan langsung ditombak dan dibacok.

Jenazah korban Jumat (5/1) siang dikebumikan di pemakaman umum Belawan Lama Kelurahan Belawan l Kecamatan Medan Belawan.(m27)

Ilustrasi

  • Bagikan