MEDAN (Waspada.id): Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PAN, Rudi Alfahri Rangkuti, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tingginya angka penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut.
Ia menilai situasi ini harus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat.
“Persoalan narkoba tidak bisa lagi ditangani secara parsial, melainkan membutuhkan langkah luar biasa melalui penguatan pencegahan, edukasi, serta penindakan yang konsisten terhadap jaringan peredaran gelap,” kata Rudi, Minggu (1/3).
Wakil rakyat Dapil Sumut 12 Binjai Langkat itu merespon Kepala BNNP Sumut, Tatar Nugroho, yang mengatakan Sumatera Utara masih mencatat angka prevalensi penyalahgunaan narkoba tertinggi secara nasional dengan estimasi sekitar 1,5 juta pengguna.
Dengan asumsi satu gram narkotika dapat digunakan oleh 10 orang, kebutuhan narkoba di daerah ini diperkirakan mencapai sekitar 1,5 ton per bulan.
Jika estimasi 1 gram narkoba bisa digunakan 10 orang, jadi 1 bulan kebutuhan narkoba di Sumut mencapai 1,5 ton. “Dan jika dikonversikan ke rupiah mencapai sekitar 1,5 triliun kerugian negara,” ujarnya.
“Kondisi ini menunjukkan peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius dan membutuhkan kerja sama semua pihak,” katanya.
Menyikapi hal itu, Rudi mengatakan situasi darurat terkait narkoba harus disikapi bersama. Perlu gerakan kolektif yang masif, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, hingga penegakan hukum yang tegas.
Ia menambahkan, peredaran narkoba kini menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang ekonomi. Karena itu, pengawasan di lingkungan terkecil seperti keluarga dan masyarakat harus diperkuat sebagai benteng awal pencegahan.
Rudi juga mendorong pemerintah provinsi memperkuat program rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba agar pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga menyentuh aspek pemulihan sosial.
Selain itu, sinergi antarinstansi dinilai perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan guna meningkatkan kesadaran bahaya narkotika sejak dini.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat berani melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungannya, karena keberhasilan memerangi narkoba sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
“Pencegahan harus dimulai dari hulu. Edukasi kepada generasi muda sangat penting agar mereka tidak terjerumus. Kita ingin menyelamatkan masa depan Sumatera Utara dari ancaman narkoba,” tegasnya. (id167)












