MEDAN (Waspada.id): Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara melaksanakan program penguatan ketahanan masyarakat melalui pendekatan pendidikan non-formal dan penanaman pohon produktif sebagai strategi yang terintegrasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan desa.
Program ini dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, seperti perangkat desa, tokoh masyarakat melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Program ini didanai oleh Program ini didanai oleh, Equity Universitas Sumatera Utara tahun 2026 dengan Nomor: 279/UN5.4.11.K/Kontrak/PM.01.02/2025
Kegiatan FGD penguatan ketangguhan masyarakat Desa Siponjot melalui pendidikan Non-Formal dan penanaman pohon produktif untuk mitigasi bencana dan peningkatan kesejahteraan.
Kegiatan berlangsung di Desa Siponjot, Humbang Hasundutan pada Januari 2026.
Dimana desa itu merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi kerentanan terhadap bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang dipengaruhi oleh kondisi geografis serta pola pemanfaatan lahan di wilayah tersebut.
Kondisi ini menuntut adanya upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami mitigasi bencana serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Ir. Muhammadin Hamid, S.Si., M.Si., Anggota Prof. Dr. Drs. Syahrul Humaidi, M.Sc. dan Drs. Nursal, M.Si. dengan melibatkan 3 mahasiswa yaitu: Nazwa Armi, Utami Ahda Surya dan Zahwan Asrof Zahirul Ubaid.
Ir. Muhammadin Hamid, S.Si., M.Si, Jumat(3/4) menyebutkan,kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat, memetakan potensi risiko bencana, serta merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan secara bersama. Melalui diskusi partisipatif tersebut, masyarakat dapat berbagi pengalaman, meningkatkan pemahaman mengenai mitigasi bencana, serta memperkuat kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang ada.
Selain itu, kegiatan pendidikan non-formal juga dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya konservasi lingkungan, pengelolaan lahan yang berkelanjutan, serta peningkatan kesadaran terhadap risiko bencana.
Materi yang diberikan disampaikan secara interaktif sehingga masyarakat dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran dan mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai langkah nyata dalam mendukung mitigasi bencana dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, program ini juga dilengkapi dengan kegiatan penanaman pohon produktif.
Penanaman pohon ini tidak hanya berfungsi untuk menjaga stabilitas tanah, mengurangi risiko erosi, serta meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui hasil tanaman yang dapat dimanfaatkan atau dijual di masa mendatang.
Melalui integrasi kegiatan diskusi partisipatif, pendidikan non-formal, dan penanaman pohon produktif, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat Desa Siponjot terhadap berbagai risiko bencana sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kepala Desa, Deka Seply Silaban, ST beserta aparat desa yang lain turut memberi dukungan atas kegiatan ini.(id142)










