MEDAN (Waspada.id): Totalitas jajaran Polda Sumut ikut menangani bencana banjir yang terjadi di Sumatera Utara layak mendapat apresiasi. Personel Polda Sumut telah menyebar ke berbagai titik untuk menangani kawasan terdampak dalam beberapa hari terakhir.
“Tidak berlebihan jika Polda Sumut adalah salah satu tulang punggu penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Sumatera Utara,” ujar Dr Dedi sahputra, MA dosen Fisipol Universitas Medan Area (UMA), Sabtu (29/11).
Menurutnya Polda Sumut telah melakukan langkah=langkah taktis di setiap titik kejadian bencana yang terjadi sejak kemarin. “Tentunya tindakan sigap penanganan bencana ini perlu mendapatkan apresiasi dari semua pihak. Meski begitu, bencana banjir dan dampaknya belum sepenuhnya berlalu, semua pihak mesti tetap mewaspadai gejala alam yang terjadi,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, sejak kemarin tercatat 20 kejadian bencana meliputi tanah longsor, banjir, serta pohon tumbang yang melanda enam kabupaten/kota. Banyak keluarga terdampak dan mengungsi akibat kerusakan rumah serta tertutupnya akses jalan utama.
Sebanyak 20 kejadian bencana dimaksud, terdiri dari 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang yang tersebar di enam kabupaten/kota: Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, dan Nias.
Peristiwa ini menyebabkan 10 warga meninggal dunia, 3 orang luka-luka, dan 6 lainnya masih dalam pencarian. Sebanyak 2.393 KK terdampak kerusakan rumah dan 445 warga terpaksa mengungsi, sementara sejumlah akses jalan utama masih tertutup material longsor dan genangan banjir.
Polri memperluas operasi kemanusiaan melalui penambahan personel dan teknologi pendukung di lapangan. Selain pengerahan personel Brimob, Samapta, serta Tim Dokkes, Polda Sumatera Utara turut mengirimkan kekuatan dari Bidang Teknologi Informasi (Bid TIK) untuk memperkuat komunikasi, pemantauan, dan pendataan di wilayah terdampak.
Pada Selasa (25/11) malam, sebanyak 8 personel Bid TIK Polda Sumut diberangkatkan untuk memperkuat Tim Tanggap Bencana di wilayah Sibolga dan sekitarnya. Mereka membawa perlengkapan teknologi tinggi untuk memastikan komunikasi darurat berjalan stabil di tengah kondisi medan yang terputus.
Peralatan pendukung yang dibawa untuk operasi kemanusiaan: 50 unit HT Harris untuk komunikasi seluruh personel SAR di lapangan; 2 unit mobil repeater untuk memperkuat jaringan radio komunikasi di lokasi bencana; 1 unit mobil Komob sebagai fasilitas komunikasi satelit; 1 unit drone udara untuk pemantauan titik longsor, jalur tertutup, dan pencarian korban; 1 unit perangkat Starlink guna memastikan akses internet tetap tersedia di lokasi pengungsian dan posko darura.
Tim Bid TIK diberangkatkan bersama pasukan Samapta dan Brimob yang juga ditugaskan untuk memperkuat evakuasi warga, membuka akses jalan terbatas, serta mendukung pencarian korban hilang.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan Polda Sumut di malam hari, setelah sebelumnya mengerahkan 1 SST Samapta, 2 Tim Dokkes, serta mempersiapkan penambahan 2 SST Samapta yang akan diberangkatkan pada esok pagi untuk memperluas jangkauan operasi.
Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H. melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan bahwa penguatan dari Bid TIK menjadi unsur penting dalam percepatan penanganan bencana.
“Keberadaan alat komunikasi dan teknologi pemantauan dari Bid TIK sangat krusial dalam operasi kemanusiaan ini. Dengan jaringan yang stabil dan data lapangan yang akurat, proses evakuasi dan pencarian dapat dilakukan lebih cepat dan terarah. Polda Sumut memastikan seluruh sumber daya dikerahkan semaksimal mungkin demi keselamatan warga,” jelasnya.
Ferry juga mengingatkan warga untuk tetap waspada mengingat potensi hujan deras masih tinggi. Polri akan terus memperbarui informasi dan memastikan pelayanan kemanusiaan berjalan optimal hingga situasi benar-benar pulih.
Polda Sumut mengerahkan seluruh kekuatan terbaiknya dalam membantu penanganan bencana alam yang melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir.
Dari seluruh wilayah, Kota Sibolga menjadi daerah dengan dampak paling parah, mencatat enam titik longsor yang menelan korban jiwa dan merusak belasan rumah. Di Tapanuli Tengah, banjir sejak tanggal 17–22 November berdampak pada 1.902 KK dan menyebabkan puluhan warga mengungsi.
Sejak laporan pertama diterima, Polri langsung bergerak cepat melakukan TPTKP, mengevakuasi warga terdampak, serta mengatur arus lalu lintas di titik-titik kritis. Upaya pencarian terhadap enam warga yang masih hilang terus dilakukan bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan.
Polda Sumut juga mengerahkan kekuatan Brimob sebanyak 4 SSK yang disebar ke berbagai wilayah. Sejumlah SST telah berada di lokasi-lokasi rawan seperti Jalan Lintas Padang Sidempuan–Tarutung, Desa Parsalakan di Tapanuli Tengah, kawasan Batujomba Batangtoru, serta jalur menuju Sibolga yang banyak mengalami hambatan akibat kondisi jalan.
Di malam hari, Polda Sumut memperkuat bantuan dengan menurunkan 1 SST Samapta, 2 Tim Dokkes, dan 1 Tim Bid TI, serta mengagendakan pengiriman tambahan personel pada keesokan paginya.
Turun Langsung
Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., turun langsung ke lokasi banjir di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Kamis (27/11). Kehadiran jenderal bintang dua itu sekaligus menunjukkan komitmen Polda Sumut dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat saat terjadi bencana.
Banjir yang terjadi di kawasan tersebut turut merendam sejumlah rumah dinas pejabat, termasuk rumah dinas Kapolda Sumut, rumah dinas Pangdam I/BB, dan rumah dinas Gubernur Sumatera Utara. Meski rumah dinasnya sendiri terdampak, Kapolda Sumut tetap memprioritaskan penanganan di lapangan dan memastikan seluruh kebutuhan masyarakat menjadi fokus utama.
Saat meninjau lokasi, Irjen Whisnu melakukan pengecekan debit air di beberapa titik genangan. Beliau juga memastikan kesiapan unsur Polri, TNI, dan pemerintah daerah dalam memberikan bantuan serta melakukan evakuasi warga yang membutuhkan.
Kapolda Sumut terlihat aktif mengatur dan mengevaluasi arus lalu lintas yang sempat mengalami kepadatan akibat genangan. Ia memberi arahan langsung kepada personel di lapangan untuk membuka jalur alternatif dan mengarahkan rute terbaik bagi pengendara agar mobilitas tetap aman dan lancar.
Di sela-sela peninjauan, Kapolda Sumut menyampaikan bahwa penanganan banjir menjadi tanggung jawab bersama, dan pihaknya siap bersinergi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat normalisasi.
“Meskipun rumah dinas kami dan beberapa fasilitas pejabat lain ikut terdampak banjir, namun fokus utama kami adalah memastikan masyarakat dalam keadaan aman. Kami turun langsung untuk mengecek debit air, membantu kelancaran arus lalu lintas, dan memastikan seluruh personel bergerak cepat membantu warga. Polda Sumut bersama TNI dan pemerintah daerah bekerja maksimal agar situasi segera pulih,” ujar Irjen Whisnu.
“Kami imbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Keselamatan warga adalah prioritas kami, dan seluruh jajaran sudah kami kerahkan untuk memberikan bantuan seoptimal mungkin,” tambahnya.
Dengan kehadiran langsung Kapolda Sumut di lapangan, penanganan banjir di kawasan Jalan Jenderal Sudirman diharapkan berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi, sekaligus menunjukkan wujud nyata kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat Sumatera Utara
Hal yang sama dilakukan Wakapolda Sumatera Utara, Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., yang turun langsung meninjau lokasi banjir di Perumahan Puri Indah, Marindal, pada Kamis (27/11) sekitar pukul 16.30 WIB. Kehadiran Wakapolda menjadi bentuk respons cepat Polri dalam memastikan penanganan dampak bencana berjalan optimal dan kebutuhan warga dapat segera dipenuhi.
Wakapolda Sumut melakukan pengecekan area yang terendam banjir sekaligus berdialog dengan warga terdampak. Ia memastikan bahwa seluruh elemen kepolisian, termasuk personel Polrestabes Medan dan Ditsamapta Polda Sumut, sudah berada di lapangan untuk membantu proses evakuasi, pengamanan lingkungan, serta distribusi bantuan darurat.
Brigjen Rony menegaskan bahwa Polda Sumut berkomitmen menjaga keselamatan warga. “Kami memastikan seluruh personel bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak. Fokus utama saat ini adalah keselamatan jiwa, evakuasi warga rentan, dan memastikan kebutuhan dasar dapat terpenuhi,” ujarnya di lokasi.
Selain memeriksa kondisi air dan akses jalan, Wakapolda juga mengevaluasi kesiapan sarana pendukung, termasuk kendaraan taktis, perahu karet, dan peralatan evakuasi lainnya. Ia mengapresiasi kerja sama masyarakat serta seluruh elemen pemerintah yang terus bersinergi dalam penanganan bencana.(id04)












