UISU Harus Jadi Ikon Peradaban

  • Bagikan
KETUA Senat Prof Dr Djohar Arifin menyampaikan masukan kepada yayasan UISU dan rektor, saat acara silaturahmi dan buka puasa bersama di Hotel Madani, Senin (1/4). Waspada/Ist
KETUA Senat Prof Dr Djohar Arifin menyampaikan masukan kepada yayasan UISU dan rektor, saat acara silaturahmi dan buka puasa bersama di Hotel Madani, Senin (1/4). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pengurus Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) menggelar buka puasa bersama rektorat dan guru besar UISU di Hotel Madani Jl. SM Raja, Medan, Senin (1/4).

Buka puasa bersama dan silaturahmi tersebut sekaligus perkenalan pengurus yayasan baru, yang aktif sejak 17 Januari 2024.

Ketua Umum Yayasan UISU, Ir Indra Gunawan, MP mengharapkan dukungan dan masukan para guru besar untuk kemajuan UISU. Ia juga berharap kondusifitas UISU dan berbagai penataan UISU mendapatkan restu dari seluruh civitas akademika, terutama profesor se- UISU.

“Dengan begitu gerakan kita membangun UISU dapat kita lakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan menuju kejayaan UISU di tengah-tengah kompetisi antar berbagai PTS di Indonesia, khususnya di Sumut,” ujarnya menjelaskan, pihaknya aktif membangun komunikasi dengan penyelenggara perguruan tinggi lainnya yang bertujuan mempercepat UISU unggul.

Sebelumnya, Rektor UISU Prof Dr Safrida, SE, M.Si juga menyampaikan perlunya masukan para guru besar demi kemajuan UISU. Ia pun berharap ke depan UISU memiliki rumah riset untuk keperluan penelitian, dan jurnal jurnalnya di publish secara nasional dan internasional. “Terima Kasih kepada.guru-guru besar yang telah membantu selama ini. Semoga doa-doa kita di bulan baik ini dikabulkan Allah,” harapnya.

Guru besar yang hadir, di antaranya Ketua Senat Universitas Prof Dr Djohar Arifin, Prof Dr Ir Mhd. Asaad (mantan Rektor UISU), Prof Dr Ir Usman Nasution (mantan Rektor UISU), Prof Dr Ir Basyaruddin (mantan Pembantu Rektor I UISU), Prof Efendi Barus, Ph.D (mantan Pembantu Rektor III UISU).

Kemudian, Prof Jumino Suhadi, Ph.D (mantan Dekan Fakultas Sastra UISU), Prof Dr Mustamam, M.Ag (mantan Pembantu Rektor II UISU), Prof Dr Marzuki, SH, M.Hum (Wakil Rektor Bid. ADI UISU), Prof Dr Liesna Andriany (mantan Wakil Rektor UISU), Prof Dr Nurhayati (mantan Kepala Lembaga Penelitian UISU) dan Prof dr Tamsil Syafiuddin, Sp.P (K).

Prof Djohar Arifin menyampaikan masukan perlunya membentuk Majelis Profesor. Alasannya, saat ini profesor semakin mahal dan banyak tawaran dari perguruan tinggi. Dengan adanya Majelis Profesor, akan mengikat profesor pada satu PT. Ia juga telah mengusulkan bantuan beasiswa delapan semester untuk 10 anak UISU, khususnya anak-anak Langkat. “Mohon agar formatnya disiapkan,” kata Djohar

Sementara, Prof Mhd. Assad mengingatkan pengurus yayasan dan rektor tetap kompak. “Jangan ada lagi konflik. Kalau sama-sama satu tujuan memajukan UISU tak akan susah mencapainya,” sebutnya. Prof Basyaruddin menimpali bahwa UISU harus menjadi ikon peradaban, karenanya perlu cita-cita besar untuk membangun yang besar. Menurutnya, program UISU Unggul kategori cita-cita kecil, karena persoalan administrasi saja, sistemik. “Jika administrasi bagus maka unggullah itu,” kata dia. Maka, Basyaruddin mengingatkan UISU untuk memanfaatkan 25 profesor yang diminta ataupun tidak, akan tetap memberi masukan untuk kemajuan UISU.Sedangkan Prof Tamsil Syafiuddin mengatakan perlu inovasi “menggiring” masyarakat masuk ke.UISU. “Harus ada kekhasan dan keunggulan,” sebutnya.

Ia mencontohkan masa jaya FK UISU, yang mempunyai unggulan menangani pasien gawat darurat, stroke dan jantung. “Kita jangan terlalu sibuk dengan akreditasi tetapi terpenting kompetensi lulusan, itu yang jadi daya tarik kita,” tegasnya menanggapi Sekretaris Umum Yayasan UISU Muhammad Idris, SH, MH, yang menjelaskan 7 Prodi memungkinkan unggul tahun ini.(m19)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *