MEDAN (Waspada.id): Universitas Pancasila (UP) Jakarta bersama Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) sepakat melakukan penandatanganan
Memorandum Of Understanding (MoU) strategis pengembangan ekspor, pemberdayaan desa dan mobilitas sumber daya manusia (SDM) global.
Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lt. 2, Gedung Rektorat Universitas Pancasila di Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).
MoU ini dalam rangka memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan ekonomi nasional serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam perdagangan
global. Dimana UP berperan sebagai payung institusional dalam suatu kolaborasi strategis yang mengintegrasikan pengembangan ekspor, pemberdayaan ekonomi desa, serta pengembangan sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat internasional.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Khairul Mahalli kepada Waspada.id di Medan, Kamis (5/3/2026).
Khairul Mahalli menyebut, melalui sinergi ini dibangun suatu ekosistem terpadu yang menghubungkan produsen desa, eksportir nasional, pembeli internasional,
serta talenta muda Indonesia dalam satu sistem kerja sama yang berkelanjutan.
‘’Dalam kerangka ini, Universitas Pancasila bertindak sebagai pengarah akademik dan institusional yang memastikan bahwa kerja sama ini tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak pada pengembangan pendidikan,
penelitian, serta pemberdayaan masyarakat,’’ ujarnya.
Peran Universitas Pancasila sebagai Payung Institusional
Sebagai institusi pendidikan tinggi, Universitas Pancasila memiliki peran strategis dalam:
- Menjadi pengarah kebijakan akademik dan mitra institusional utama dalam pengembangan ekosistem perdagangan global.
- Mengintegrasikan kegiatan kerja sama dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
- Mengembangkan riset dan kajian kebijakan mengenai perdagangan internasional, pariwisata, serta ekonomi desa.
- Menyediakan program magang internasional dan pengembangan karier bagi mahasiswa dan lulusan.
- Mengembangkan pelatihan peningkatan kapasitas bagi UMKM dan pelaku usaha desa agar mampu memenuhi standar pasar internasional.
- Memperkuat posisi universitas sebagai jembatan antara dunia akademik, dunia usaha, dan masyarakat dalam pembangunan ekonomi nasional.
Peran Lembaga Mitra dalam Ekosistem Kerja Sama
- Pancasila Global Synergy (PGS) – Hub Company & Talent Mobility
Manager Pancasila Global Synergy berfungsi sebagai hub company yang mengoordinasikan proses perdagangan internasional antara pembeli luar negeri dan eksportir Indonesia, sekaligus mengelola mobilitas sumber daya
manusia.
Perannya meliputi:
- Mengelola koordinasi perdagangan antara buyer internasional dan eksportir Indonesia
- Memfasilitasi transaksi perdagangan serta pengembangan jaringan distributor global
- Menyelenggarakan forum bisnis, expo perdagangan, dan pertemuan bisnis internasional.
- Mengembangkan kemitraan strategis dengan mitra luar negeri
Selain itu, PGS juga memiliki peran penting dalam pengelolaan mobilitas tenaga kerja dan program pemagangan, yaitu:
- Mengelola penyaluran tenaga kerja profesional, khususnya lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi internasional.
- Menyelenggarakan program magang mahasiswa di perusahaan ekspor dan mitra internasional.
- Menghubungkan lulusan dengan peluang kerja di sektor perdagangan global, pariwisata, dan industri terkait.
- Menyediakan pembinaan kesiapan kerja internasional bagi mahasiswa dan lulusan.
Dengan demikian, PGS berperan sebagai penghubung antara pasar global, dunia usaha, dan sumber daya manusia Indonesia.
- GPEI – Penggerak Industri Ekspor
Gabungan Perusahaan Ekspor Impor Indonesia (GPEI) berperan sebagai representasi jaringan eksportir nasional yang bertanggung jawab dalam:
- Menyediakan akses kepada perusahaan eksportir dan jaringan industri.
- Mengelola kepatuhan regulasi dan dokumentasi ekspor.
- Memastikan kesiapan produk sesuai standar internasional.
- Mendukung kesesuaian regulasi dengan negara tujuan ekspor
GPEI memastikan bahwa seluruh kegiatan ekspor dilakukan secara professional dan sesuai dengan aturan perdagangan internasional.
- APUDSI – Jaringan Penyedia Produk Desa dan UMKM
Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) berperan sebagai agregator produk desa yang memiliki potensi ekspor.
Perannya meliputi:
- Mengidentifikasi dan mengkurasi produk unggulan desa dan UMKM
- Mengorganisasi rantai pasok dari produsen desa menuju jalur ekspor
- Mendukung peningkatan kualitas dan standardisasi produk
- Menghubungkan produsen desa dengan program fasilitasi ekspor
Melalui APUDSI, produk desa dan UMKM dapat memperoleh akses lebih luas ke pasar internasional.
- ABPEDNAS – Penguatan Kelembagaan dan Mobilisasi Desa Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) berperan dalam memperkuat koordinasi dengan lembaga pemerintahan desa di seluruh
Indonesia.
Perannya meliputi:
- Mendukung sinkronisasi kebijakan dengan pemerintahan desa.
- Memfasilitasi partisipasi masyarakat desa dalam pengembangan ekonomi.
- Membantu mengidentifikasi potensi klaster ekonomi desa.
- Memperkuat tata kelola program ekonomi desa yang berkelanjutan
Melalui jaringan ABPEDNAS, program ini dapat menjangkau komunitas desa secara lebih luas dan sistematis.
Program Mobilitas Talenta dan Magang Internasional
Kerja sama ini juga mencakup program pengembangan sumber daya manusia yang bertujuan memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa dan lulusan
Universitas Pancasila.
Program ini meliputi:
- Program magang mahasiswa pada perusahaan eksportir dan mitra internasional
- Penyaluran tenaga kerja pada sektor perdagangan ekspor, pariwisata, dan industri terkait
- Pelatihan profesional dalam manajemen ekspor dan bisnis internasional
- Penguatan kompetensi global dan keterampilan lintas budaya
Program ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kesiapan kerja internasional serta jaringan profesional global.
Dampak Strategis Kolaborasi
Kolaborasi ini diharapkan mampu:
- Meningkatkan ekspor produk Indonesia ke pasar internasional
- Memperluas partisipasi UMKM dan produk desa dalam perdagangan global
- Mengembangkan sumber daya manusia Indonesia yang kompetitif secara global
- Memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.
-Membangun ekosistem perdagangan dan pengembangan talenta yang berkelanjutan
‘’Dengan mengintegrasikan pengembangan perdagangan, pemberdayaan ekonomi desa, serta mobilitas sumber daya manusia, kerja sama ini menjadi model kolaborasi strategis dalam memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi global,’’ ujar Khairul Mahalli.
Hadir di acara MoU itu antara lain, Rektor UP Prof Dr Adnan Hamid, SH, MH, MM, Ketua Umum
Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPENDA) Ir H Indra Utama, M.PWK. IPU, Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila Prof Devi Roza Kausar dan undangan.
Dewan Kehormatan Struktur Kerja Sama Strategis Pengembangan Ekspor, Pemberdayaan Desa, dan Mobilitas Sumber Daya Manusia Global ini adalah Ketua DPR RI Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, SH., M.H yang berperan mendukung kebijakan nasional dan legitimasi strategis tingkat tinggi.(id96)












