Viral Di Medsos, Ibu Gendong Bayi Dianiaya Polisi Di Mandala

  • Bagikan
ELLA (kanan) yang sedang menggendong bayinya tampak menangis, setelah mengaku dianiaya oleh oknum polisi yang bertugas di Polrestabes Medan saat melakukan penangkapan di kawasan Jl. Elang Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai, Rabu (21/2) sekira pukul 15:00. Waspada/ist
ELLA (kanan) yang sedang menggendong bayinya tampak menangis, setelah mengaku dianiaya oleh oknum polisi yang bertugas di Polrestabes Medan saat melakukan penangkapan di kawasan Jl. Elang Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai, Rabu (21/2) sekira pukul 15:00. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Seorang ibu rumah tangga mengaku dianiaya oleh oknum polisi yang bertugas di Polrestabes Medan, saat melakukan penangkapan di kawasan Jl. Elang, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Rabu (21/2) sekira pukul 15:00.

Aksi penganiayaan tersebut direkam warga melalui handphone hingga viral di media sosial.

Aksi penganiayaan tersebut membuat ibu rumah tangga bernama Ella Napitupulu, 25, mengalami luka di bibir dan wajahnya terkena tamparan.

Kepada wartawan, korban Ella Napitupulu menuturkan, sore itu, dirinya sedang duduk di teras rumahnya sembari menyusui anaknya. Tiba-tiba, datang 5 personel Kepolisian yang berpakaian preman ke dekat rumahnya hendak melakukan penangkapan terkait kasus pencurian.

“Mereka datang ke Jl. Elang hendak menangkap pelaku kasus pencurian,” ujar Ella kepada wartawan, Jumat (23/2).

Dijelaskan Ella, saat itu beca motor yang biasa dipakainya kerja terparkir di depan rumahnya. Tiba-tiba, diduga pihak Kepolisian datang ke lokasi untuk mengambil beca motornya.

“Jadi saat itu dikira polisi ini becakku dipakai pelaku curanmor, padahal becak saya tidak ada sama sekali sangkut pautnya. Saya pertanyakan mana buktinya, mereka tak bisa tunjukkan,” ungkap ibu rumahtangga, yang sehari-hari mencari barang bekas ini.

Perselisihan pun terjadi. Proses tarik menarik antara dirinya dengan diduga personel kepolisian berlangsung panas. Warga sekitar pun langsung keluar dari dalam rumah untuk mencari tahu kejadian yang sedang terjadi serta membantu korban.

“Saat berseteru itu saya tetap menggendong anak. Ada dua polisi yang ribut sama saya. Mereka ngaku dari Polrestabes Medan. Dua orang ini yang melakukan kekerasan ke saya,” ujarnya.

Diakui Ella, saat itu mulutnya ditampar hingga berdarah. Wajahnya pun turut ditampar.

“Mulutku berdarah, wajahku ditamparnya. Mulut berdarah karena kena siku. Mereka sempat juga menodongkan senjata ke warga,” tuturnya lagi.

Ella menambahkan, karena suasana sudah memanas, personel kepolisian tersebut mulai mundur. Beca bermotornya tidak jadi dibawa. Petugas kepolisian pergi dengan membawa dua pelaku menggunakan mobil dan satu unit sepeda motor.

Pasca kejadian tersebut, sejumlah personel Propam Polrestabes Medan datang ke lokasi kejadian sekaligus memintai keterangan kepada Ella.

Dalam video rekaman berdurasi beberapa detik itu, terlihat sejumlah warga warga dan korban sedang cekcok dengan diduga petugas kepolisian. Ella, yang sedang menggendong bayinya, tampak mengenakan baju merah dengan kondisi menangis.

Dalam narasi video tersebut, polisi disebut salah tangkap maling di Mandala.

“Polisi salah diduga salah tangkap saat tangkap maling di Mandala, malah pukul ibu bawa bayi,” demikian narasi di dalam video tersebut.(m27)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *