Visi Misi Gubsu Edy Rahmayadi Tidak Tuntas

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Sugiat Santoso menilai visi misi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi tidak tuntas.

Hal tersebut disampaikan Sugiat Santoso dalam podcast Waspada TV di segemen Kombur Malotup yang dipandu host M. Ikhyar Harahap yang akrab disapa Bung Kesper di Medan Club Jl. RA Kartini, Medan, Senin (6/6).

Walaupun pernah menjadi bagian tim sukses Eramas (Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah) di Pilgubsu 2018 dan jubir tim sukses Bobby Nasution-Aulia Rachman di Pilkada Kota Medan kemarin, Sugiat menilai kinerja Edy Rahmayadi yang buruk tersebut dapat dilihat tidak tuntasnya sejumlah tugas dan tanggungjawab sebagai pemimpin.

‘’Pertama, tidak tuntasnya masalah pejabat eselon dua. Hingga hampir empat tahun menjabat Gubsu, masih ada pejabat yang merangkap dua sampai tiga jabatan sebagai kepala dinas. Di eselon dua saja tidak tuntas, apalagi di eselon tiga dan empat,’’ sebutnya.

Sugiat menyampaikan, sebagai bukti lainnya buruknya kinerja di tata kelola birokrasi yakni diproses seleksi eselon dua pertama kali terkait dengan kepala biro yang waktu itu ada masalah yakni kepala biro hukum. Saat itu Edy memaksakan seorang jaksa aktif menjabat kepala biro hukum. Namun kemudian, jaksa aktif ini tidak mendapat izin dari Kejagung.

Contoh lainnya yang baru-baru ini terjadi adalah penetapan Kepala Dinas Pendidikan. Kata Sugiat, Prof Wan Syaifuddin yang baru setahun menjabat Kadis Pendidikan yang ditunjuk langsung oleh Pak Edy, mundur.

‘’Sampai sekarang kepala dinas pendidikan itu masih Plt yang dibawah kendali Pak Larso Marbun juga menjabat Kepala Inspektorat. Bagaimana menjalankan cita-cita besar di dunia pendidikan sebagai visi misi Eramas gak akan mungkin bisa tercapai kalau untuk menetapkan kepala dinas pendidikan sampai sekarang tidak tuntas,’’ tutur Sugiat seraya mengatakan pejabat yang merangkap banyak tugas dan tanggungjawab pasti tidak akan fokus.

Karena buruk di tata kelola birokrasi, kata Sugiat, pastilah di program pembangunan lainnya berdampak. ‘’Contohnya, waktu Pak Edy koar-koar merencanakan pembangunan jalan tol dalam kota, sampai sekarang gak ada kabar. Karena memang setelah di cek, ke Pemko Medan saat itu wali kota dijabat Pak Akhyar, itu gak pernah dibicarakan. Begitu juga di PU PR, kementerian pusat juga gak pernah dibicarakan,’’ cetus Sugiat.

Kata Sugiat, ini merupakan titik lemah yang akan terulang dari Pak Edy. Begitu juga dengan program-program pembangunan lainnya. ‘’Program pembangunan gak bisa asal cakap. Harus ada perencanaannya, harus dibahas di DPR. Kalau terkait pemerintah kab/kota, mereka harus diundang dan kalau terkait anggaran yang merupakan wewenang pemerintah pusat, harus berkonsultasi, berdiskusi dengan kementerian terkait,’’ tandas Sugiat.

Saat disinggung peluang Edy Rahmayadi kembali maju untuk mencalonkan diri sebagai Gubsu, Sugiat menyebut sangat tipis peluang tersebut. ‘’Partai-partai politik lebih mengutamakan kader, contohnya Gerindra,’’ kata Sugiat.

Banyak hal yang dibincangkan tokoh pemuda dan mantan aktivis ini terhadap sosok Gubsu Edy Rahmayadi antara lain mengenai peluang Edy Rahmayadi apakah bisa dua periode atau tidak dan tokoh lainnya yang berpeluang maju sebagai Calon Gubsu di 2024.

‘’Untuk lebih lengkapnya, pembaca Harian Waspada dapat menontonnya di kanal youtube Waspada TV yang segera tayang,’’ sambung Produser Eksekutif Waspada TV, Hang Tuah Jasa Said.(waspadatv)

Waspada/Dok. Waspada TV
Sugiat Santoso berbincang bersama Waspada TV di Medan Club, Senin (6/6).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *