MEDAN (Waspada.id): Pasca banjir besar melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh, pada 26 November 2025 dampaknya kini mulai terasa pada sektor energi. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di beberapa daerah berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, terutama di Kota Medan.
Sejak pagi, Sabtu (29/11) seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan tampak dipadati oleh pemilik kendaraan.
Ribuan pengendara roda dua maupun roda empat berbondong-bondong mengisi bahan bakar, khawatir persediaan BBM semakin menipis. Kondisi ini memicu antrean mengular di hampir semua titik SPBU.
Antrean panjang tersebut membuat arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama terganggu. Beberapa lokasi bahkan mengalami kemacetan parah karena kendaraan yang mengantre meluber hingga ke badan jalan.
Aparat kepolisian terlihat turun tangan untuk mengatur lalu lintas guna mencegah penumpukan kendaraan yang lebih parah.

Antrean di salah satu SPBU di Kota Medan. Waspada.id/M. Ferdinan Sembiring
Sejumlah warga mengaku terpaksa mengantre berjam-jam. “Sudah dua hari sulit cari BBM. Begitu dengar SPBU ini buka, langsung ke sini. Meski antre panjang, mau bagaimana lagi,” ujar salah seorang pengendara yang mengisi BBM di SPBU Jl. AH Nasution Medan Johor.
Hingga saat ini, pihak terkait masih berupaya melakukan normalisasi distribusi BBM. Pemerintah daerah bersama Pertamina disebut tengah berkoordinasi untuk memastikan suplai segera kembali stabil setelah jalur distribusi terganggu akibat banjir.
Situasi masih dipantau, dan masyarakat diimbau tetap tenang serta tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. (id14)












