Waspada Medan Club, Evaluasi Setahun Kinerja Bobby

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Setelah sukses dengan acara ‘Kombur Malotup’ yang menampilkan pembicara-pembicara pilihan, baik nasional maupun lokal, Waspada TV kembali meluncurkan program baru ‘Waspada Medan Club’.

Bekerjasama dengan Yayasan Medan Club, Waspada Medan Club merupakan program ajang sosialisasi bagi legislator, eksekutif, tokoh dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyahuti dan menyambung aspirasi masyarakat.

Di edisi perdana Waspada Medan Club yang mengambil tema ‘Apa Kabar Medan’ berlangsung di Medan Club Jl. RA Kartini, Medan, Sabtu (12/2), dihadiri politikus Partai Nasdem Sumut yang juga mantan Wali Kota Medan Rahudman Harahap, anggota Fraksi Partai Hanura DPRD Medan Drs H Hendra DS, Ketua Fraksi PAN DPRD Medan Edwin Sugesti Nasution, SE, MM, dan Ketua DPD PSI Kota Medan yang juga anggota DPRD Medan Renville P Napitupulu.

Dalam perbincangan santai yang dipandu host Waspada TV, M Ikhyar Harahap yang akrab disapa Bung Kesper, keempat politisi dari partai berbeda itu mengevaluasi selama satu tahun Wali Kota Bobby Nasution memimpin Kota Medan.

Dalam diskusi itu, lahirnya Perda RTRW dan program Pemko Medan terkait normalisasi sungai, persoalan sampah, perbaikan drainase untuk mengatasi banjir, kesehatan dan pendidikan hingga semrawut serta menjamurnya kabel dan tiang di inti kota jadi bahasan evaluasi.

Politisi Partai Hanura, Hendra DS mengatakan, tak bisa dipungkiri Kota Medan masih memiliki segudang persoalan. Masalah banjir, pemukiman kumuh, kabel dan penumpukan sampah merupakan persoalan klasik Kota Medan yang harus segera diatasi.

Hendra berpendapat, Wali Kota Medan Bobby Nasution sebenarnya telah gerak cepat mengatasi berbagai persoalan di Kota Medan. Namun, kecepatan Bobby kurang diikuti pimpinan OPD-OPD jajarannya.

Menurut Hendra, saat ini semangat perbaikan dari Pemko itu sudah dirasakan, itu terlihat dari APBD Kota Medan yang sudah meningkat menjadi Rp6,5 triliun, dimana alokasi anggaran untuk pembangunan fisik, pendidikan dan kesehatan terus mengalami kenaikan.

“Wali Kota ingin gerak cepat, tapi kadang tidak bisa diikuti oleh OPD-OPD nya. Sebagai misal, dalam mengatasi persoalan sampah, banjir ataupun penertiban bangunan-bangunan tak berizin yang tidak sesuai dengan RTRW,” ujar Hendra.

Ketua PSI, Renville juga menyampaikan yang senada. Menurutnya, dinas-dinas memang harus dipimpin orang yang mampu mengikuti gerak cepat Wali Kota. Sebab di lapangan, banyak pekerjaan yang tidak terselesaikan sesuai target.

Renville mengambil contoh pekerjaan drainase yang banyak terkena pinalti karena mengalami keterlambatan pekerjaan. Itu terjadi karena proses tender baru dilakukan menjelang akhir tahun.

“Tender proyek biasanya baru dilakukan pada September dan prosesnya memakan waktu hingga tandatangan kontrak. Pekerjaan terkadang baru dilakukan pada pertengahan November. Karena waktu yang singkat, kontraktor jadi kejar tayang tanpa memperhatikan kualitas pekerjaan. Sebab idealnya, pekerjaan drainase itu memakan waktu sekitar 90 hari,” papar Renvile.

Mantan Wali Kota Medan yang merupakan politisi Partai Nasdem, Rahudman Harahap menilai, program Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution sebenarnya sudah on the track untuk membawa Kota Medan menuju Medan Metropolitan.

Bobby menurutnya, sudah bekerja sesuai visi misinya dalam mengatasi persoalan Kota Medan, seperti genangan air, persoalan sampah, drainase, masalah keesehatan dan pendidikan.

“Namun, wali kota tidak bisa bekerja sendirian, ia harus didukung perangkat-perangkatnya. OPD-OPD harus mampu untuk melaksanakan apa yang telah diprogramkan Pak Wali,” ujar Rahudman.

Ketua Fraksi PAN, Edwin Sugesti Nasution yang juga Ketua Bapemperda DPRD Medan, menyatakan Kota Medan memang harus memiliki Perda RTRW agar pembangunan kota lebih tertata.

Perkembangan Kota Medan, sebut Edwin, cenderung memusat pada inti kota yang berimplikasi terhadap keterbatasan lahan. Ditambah lagi pembangunan yang dilakukan secara vertikal serta adanya trend permintaan pasar terhadap kebutuhan lahan dalam skala besar.

Sementara, lanjutnya, Perda mensyaratkan ada RTH, maka Pemko harus menyiapkannya dengan melakukan pembebasan lahan. Sementara, ketersediaan anggaran sangat terbatas.

Untuk lengkapnya seperti apa diskusi dan perbincangan para politisi dan anggota legislator Medan ini dalam melihat berbagai persoalan Kota Medan dan evaluasi satu tahun kepemimpinan Bobby Nasution yang mereka sampaikan, silahkan tonton Chanel Youtube Waspada Medan Club produksi Waspada TV yang segera tayang. (waspadatv)

Waspada Medan Club, Evaluasi Setahun Kinerja Bobby

Waspada/Andy Aditya
Di edisi perdana Waspada Medan Club yang mengambil tema ‘Apa Kabar Medan’, hadir politikus Partai Nasdem Sumut yang juga mantan Wali Kota Medan Rahudman Harahap (2 kiri), anggota Fraksi Partai Hanura DPRD Medan Drs H Hendra DS (kanan), Ketua Fraksi PAN DPRD Medan Edwin Sugesti Nasution, SE, MM (2 kanan), dan Ketua DPD PSI Kota Medan yang juga anggota DPRD Medan Renville P Napitupulu (kiri).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *