Yayasan Mahija Parahita Nusantara- Frestea Dukung Pahlawan Daur Ulang

  • Bagikan
WAKIL Ketua Yayasan Mahija Parahita Nusantara, Suharji Gasali (baju biru) bersama tim saat membagikan paket donasi sembako bagi pahlawan daur ulang di Medan, Senin (1/4). Waspada/Yuni Naibaho
WAKIL Ketua Yayasan Mahija Parahita Nusantara, Suharji Gasali (baju biru) bersama tim saat membagikan paket donasi sembako bagi pahlawan daur ulang di Medan, Senin (1/4). Waspada/Yuni Naibaho

MEDAN (Waspada): Yayasan Mahija Parahita Nuusantara bersama Frestea melanjutkan
dukungan bagi pahlawan daur ulang dalam bulan Ramadan yang penuh syukur. Bentuk dukungan ini adalah dengan menyalurkan 1.000 paket donasi sembako dan 7.520 paket buka puasa bagi pahlawan daur ulang (pekerja informal sektor sampah) dan keluarga prasejahtera di 23 lokasi di Indonesia.

“Kegiatan ini telah berlangsung selama 3 tahun sebagai wujud komitmen
Mahija dan para mitra untuk turut mendukung keberlangsungan ekonomi sirkular. Sebagai Yayasan Non-Profit yang berperan aktif dalam mendukung ekonomi sirkular, Mahija Parahita Nusantara menempatkan komunitas pahlawan daur ulang sebagai bagian penting
dalam ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Wakil Ketua Yayasan Mahija Parahita Nusantara, Suharji Gasali, kepada wartawan, Senin sore (1/4).

Untuk itu, Mahija dengan berbagai mitra perusahaan termasuk bersama Frestea, terus berkomitmen memberikan dukungan bagi pahlawan daur ulang agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik, utamanya dalam momen bulan suci
Ramadan ini.

“Pahlawan daur ulang merupakan ujung tombak dalam sirkular ekonomi khususnya pada saat Ramadan, dimana volume sampah meningkat sebanyak 20%. Untuk itu, perhatian kepada
komunitas pengumpul sampah dan keluarga pra sejahtera diharapkan dapat membantu mereka dalam melewati momen Ramadan dengan baik,” tambahnya.

Dikatakan Suharji, saat ini Mahija memiliki 2 titik pusat pengumpulan sampah botol
plastik di Medan sejak tahun 2021, dengan dukungan dari 90 mitra pengumpulan lokal. Setiap bulannya sekitar 80 ton sampah botol plastik PET dikumpulkan, yang kemudian didaur ulang oleh PT Amandina Bumi Nusantara menjadi bijih plastik yang aman untuk kemasan makanan dan minuman.

“Upaya ini tak hanya membantu dalam penanganan sampah di Kota Medan, tetapi
juga mendorong ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi sumber daya berguna,” ucapnya.

Selain dukungan saat Ramadan, Yayasan Mahija Parahita Nusantara juga bergerak untuk membantu para pahlawan daur ulang melalui program edukasi dan pelatihan, program kesehatan dan nutrisi, serta pengembangan komunitas dan pembangunan infrastruktur.

Sepanjang tahun 2024, Mahija berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada pahlawan
daur ulang secara berkelanjutan untuk memberikan dampak positif kepada sekitar 35,000 jiwa. Selain itu, Mahija juga memberikan bantuan pendidikan kepada 7 sekolah mitra yang mempunyai 1000 anak didik dibawah naungan sekolah-sekolah adopsi tersebut.

Direktur Public Affairs, Communication and Sustainability Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo, mengatakan, kolaborasi Frestea bersama Mahija utamanya dalam memberi dukungan kepada komunitas pekerja informal sektor pengumpulan sampah, seperti yang telah berjalan pada Ramadan tiga tahun ini. Diharapkan, kontribusi Frestea bisa meningkatkan dampak bantuan kepada mereka serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai daur ulang dan keberlanjutan serta semakin banyak mitra yang turut berkontribusi dalam berbagai program bersama Mahija.

“Yayasan Mahija Parahita Nusantara menjalankan konsep pengumpulan bertanggung jawab melalui 30 pusat pengumpulan botol bekas di seluruh Indonesia dan mampu memproses 31.500 ton botol PET bekas atau setara dengan 2 miliar botol setiap tahunnya. Keberhasilan ini menandai komitmen perusahaan untuk menjadi pelaku utama dalam gerakan global menuju keberlanjutan dan ekonomi sirkular,” imbuhnya. (h01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *