Nusantara

Abdullah Rasyid: Arah Baru Kemenimipas Jadi Motor Ekonomi dan Pusat Produksi

Abdullah Rasyid: Arah Baru Kemenimipas Jadi Motor Ekonomi dan Pusat Produksi
Kecil Besar
14px

Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid (berdiri-kanan) bersama Menteri Imipas Agus Adrianto. Waspada/Ist

JAKARTA (Waspada.id): Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melakukan transformasi besar dalam arah kebijakan kelembagaan. Saat ini, fungsi kementerian tidak lagi sebatas administratif, melainkan telah berkembang menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Imigrasi hari ini harus mampu menjadi fasilitator pembangunan, bukan hanya penjaga pintu masuk negara,” tegas Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid, dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu (29/3).

Abdullah Rasyid menyampaikan bahwa implementasi 15 Program Aksi Menteri menjadi fondasi utama transformasi kelembagaan yang lebih adaptif dan modern. Sektor imigrasi kini diposisikan sebagai motor penggerak ekonomi melalui penyederhanaan regulasi visa, seperti Business Visa dan Golden Visa, guna menarik investasi global.

“Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan agar warga binaan memiliki keterampilan dan kemandirian saat kembali ke masyarakat,” jelas Rasyid.
yang juga merupakan Mahasiswa Doktoral di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Pada sektor pemasyarakatan, Rasyid menekankan pentingnya perubahan paradigma dari pendekatan represif menuju pembinaan yang produktif. Lembaga pemasyarakatan diarahkan menjadi pusat pemberdayaan bagi warga binaan melalui pemanfaatan lahan untuk pertanian, perikanan, peternakan, hingga pengembangan UMKM yang mendukung strategi ketahanan pangan nasional.

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi yang nyata dari balik jeruji,” tambahnya.

Selain pemberdayaan ekonomi, aspek humanis turut diperkuat melalui pembangunan dapur sehat untuk pemenuhan gizi serta penyediaan pendidikan kesetaraan bagi narapidana.

Di sisi lain, pengamanan wilayah perbatasan dan edukasi hukum kepada masyarakat desa terus diintensifkan guna mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) serta penyelundupan manusia.

“Kita juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan seperti solar cell dan biogas, khususnya di wilayah 3T, sebagai komitmen efisiensi energi,” ungkapnya.

Peningkatan kompetensi SDM internal melalui pendidikan vokasi dan pembelajaran digital berbasis MOOC juga menjadi prioritas guna memastikan ASN Kemenimipas memiliki daya saing tinggi. Keseluruhan program ini mencerminkan reformasi menyeluruh yang berorientasi pada pelayanan, pemberdayaan, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.

“Ini adalah arah baru—imigrasi yang berdaya saing global dan pemasyarakatan yang produktif, humanis, serta berkelanjutan,” ujar Abdullah Rasyid. (id89)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE