JAKARTA (Waspada.id): Perwakilan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, Rabu (4/3/2026). Surat itu disampaikan langsung ke Kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
Perwakilan Aliansi Mahasiswa UI, Razan Diandra, mengatakan surat itu berisi pernyataan sikap sekaligus ‘peringatan terakhir’ bagi Presiden agar mundur dari Board of Peace (BoP).
Indonesia juga diminta untuk berhenti terlibat dalam pengerahan pasukan ISF yang dinilai dapat menyebabkan kerugian berupa konfrontasi dan demiliterisasi terhadap para pejuang kemerdekaan Palestina.
“Kami mendesak dan menagih janji Presiden yang disampaikan pada tanggal 3-4 Februari 2026 lalu, bahwa Indonesia akan mundur dari BoP jika terbukti tidak sejalan dengan kemerdekaan Palestina,” kata dia melalui keterangannya kepada Republika.
Menurut dia, keadaan terbaru telah membuktikan bahwa dinamika di BoP dan ISF memang tidak berpihak kepada Palestina. Selain itu, penyerangan yang dilakukan Israel dan Amerika terhadap Iran juga merugikan posisi Indonesia.
Aliansi menilai, pemerintah harus mengecam aksi serangan Israel-Amerika terhadap Iran. Pasalnya, aksi penyerangan itu bertolak belakang dengan prinsip dasar pembentukan BoP.
Aliansi memberikan tanggal waktu selama 3×24 jam kepada pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan itu. Apabila tidak, Aliansi Mahasiswa UI akan melakukan aksi besar-besaran.(rep)












